Zipmex Hadirkan Fitur ZipUp+ untuk Maksimalkan Portofolio Aset Kripto Lewat Bonus Bunga

24 Mei 2022 15:00 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Rizky C. Septania

Ilustrasi Mata Uang Kripto / Pixabay.com

(Pixabay.com)

JAKARTA - PT Zipmex Exchange Indonesia menghadirkan fitur bernama ZipUp+ untuk membantu investor memaksimalkan pertumbuhan portofolio kripto melalui bonus bunga atas setiap aset yang disimpan.

Head of Growth Zipmex Indonesia Siska Lestari mengatakan, dengan fitur ZipUp+, para investor bisa mendapatkan pertumbuhan portofolio kripto yang mereka miliki terlepas dari naik-turunnya nilai aset terhadap mata uang fiat.

“Bonus yang diberikan ZipUp+ merupakan salah satu yang tertinggi di pasaran, yaitu hingga 10% annual percentage yield (APY) atau persentase hasil tahunan. Saldo yang tersimpan di ZipUp+ juga bisa ditarik kapan saja sehingga cocok dimanfaatkan baik untuk strategi investasi jangka panjang maupun jangka pendek ,” papar Siska dalam keterangan tertulis, Senin, 23 Mei 2022.

ZipUp+ berlaku untuk stablecoin USD Coin (USDC) dan Tether (USDT) serta beberapa aset kripto lainnya seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Litecoin (LTC), GOLD, dan Zipmex Token (ZMT).

Munculnya fitur ZipUp+ pun diiringi dengan peluncuran program penanggungan biaya transfer aset kripto BTC dan ETH ke platform Zipmex senilai minimal Rp2 juta dari wallet apapun. Setelah transfer berhasil, biaya transfer akan digantikan dengan USDT senilai Rp100 ribu.

Selain itu, pengguna Zipmex juga mendapatkan program penanggungan pajak atas transaksi aset kripto. Program ini akan berlangsung hingga akhir bulan Mei 2022.

“Kami percaya, dengan adanya kedua program yang kami jalankan sepanjang bulan ini dapat membantu meringankan investor yang terdampak oleh volatilitas pasar, serta memberikan mereka kesempatan untuk menyeimbangkan kembali portofolio aset digital mereka,” pungkas Siska. 

Zipmex berinisiatif untuk meluncurkan fitur ZipUp+ dalam rangka merespon kondisi pasar kripto yang volatilitasnya sedang tinggi. Berbagai situasi makroekonomi dan geopolitik telah berdampak kepada para investor yang mengurangi portofolionya di instrumen investasi yang berisiko tinggi, salah satunya kripto. 

Berdasarkan data Coin Market Cap, Senin, 23 Mei 2022 pukul 21.30 WIB, kapitalisasi pasar kripto mengalami penurunan dari US$1,8 triliun (Rp26,4 kuadriliun dalam asumsi kurs Rp14.665 perdolar Amerika Serikat) menjadi US$1,3 triliun (Rp19,06 kuadriliun) atau turun sekitar 27% dalam sebulan terakhir. 

Selain didorong oleh kenaikan suku bunga yang ditetapkan oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed) dan Rusia-Ukraina, tragedi stablecoin Terra USD (UST) yang gagal menjaga nilai tukarnya terhadap dolar AS pun menjadi sentimen negatif yang menarik para investor dari pasar kripto.  

Berita Terkait