Zara Tutup Semua Gerainya di Venezuela

23 Mei 2021 15:26 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

JAKARTA – Merek fesyen ternama, Zara bakal menutup semua gerainya di Venezuella. Menurut kabar, penutupan bakal dilakukan dalam beberapa minggu ke depan.

Penutupan seluruh gerai di Venezuela dilakukan lantaran kesepakatan antara perusahaan pemegang merek Zara, Inditex dan mitra lokal negara tersebut, Phoenix World Trade sedang dalam peninjauan.

Selain Zara, sejumlah merek fesyen lain yang berada di bawah Inditex seperti Bershka dan Pull&Bear kabarnya bakal ikut ditutup.

“Phoenix World Trade sedang mengevaluasi kembali kehadiran komersial merek waralaba Zara, Bershka dan Pull & Bear di Venezuela, untuk membuatnya konsisten dengan integrasi model baru dan transformasi digital yang diumumkan oleh Inditex,” ujar juru bicara Phoenix World Trade mengutip dari dari Reuters Minggu, 23 Mei 2021.

Phoenix World Trade menambahkan saat ini masih ada lima toko Zara yang masih buka di Venezuela. Namun, dalam waktu beberapa minggu ke depan, toko tersebut tak akan beroperasi lagi.

Sekedar informasi, Phoenix World Trade merupakan perusahaan milik pengusaha asal Venezuela, Camilo Ibrahim yang berbasis di Panama. Perusahaan ini memegang kendali atas operasi toko Inditex di sejumlah negara Amerika Selatan sejak 2007 lalu.

Jatuh Bangun Zara di Venezuela

Sejak memegang hak penjualan Zara 2007 lalu, Perusahaan milik Ibrahim, Phoenix World Trade berupaya menjembatani operasional gerai dari sejumlah merek retail milik Inditex di Venezuela.

Phoenix World Trade berupaya membantu mengatsi perubahan peraturan lokal yang dikeluarkan oleh mantan presiden negara tersebut, Hugo Chaves.

Perusahaan milik Ibrahim ini juga berupaya keras agar rak-rak di gerai toko Zara, Bershka dan Pull&Bear tetap terisi. Pasalnya Chaves sering melakukan kontrol ketat terhadap bisnis impor pakaian dan valuta asing.

Penutupan Gerai Besar-Besaran

Penutupan gerai Zara, Bershka, dan Pull&Bear ternyata tak hanya dilakukan di Venezuela. Inditex diketahui melakukan penutupan di sejumlah gerai kecil lain yang tersebar di seluruh dunia.

Masih mengutip Reuters, perusahaan retail terbesar di dunia tersebut bakal menutup 1.200 gerai pada akhir tahun 2021. Penutupan gerai tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memperluas toko utama.

Berdasarkan keterangan, Inditex bakal menutup 700 gerai di Eropa, 100 gerai di Amerika dan 400 gerai lain dari tempat lain yang tersebar di seluruh dunia. (RCS)

Berita Terkait