Wow, Transaksi Digital Banking per Kuartal II-2021 Tumbuh 39,39 Persen Tembus Rp17.901,76 Triliun

22 Juli 2021 19:39 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Rizky C. Septania

Nasabah mendaftar di mesin customer service digital di gerai BCA Mal Gandaria City, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Oktober 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat, akselarasi digital di Indonesia kian terasa. Terbukti dari sejumlah indikator termasuk nilai transaksi digital banking pada kuartal I dan II 2021 meningkat 39,39% year on year (yoy) menjadi Rp17.901,76 triliun.

Dengan perkembangan ini, BI memproyeksikan nilai transaksi digital banking meningkat 30,1%(yoy) tembus Rp35.600 triliun untuk keseluruhan 2021. 

“Transaksi ekonomi dan keuangan digital tumbuh tinggi seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual, Kamis 22 Juli 2021.

Perry juga memaparkan, nilai transaksi Uang Elektronik (UE) pada kuartal I dan II 2021 meningkat 41,01% (yoy) mencapai Rp132,03 triliun, dan diproyeksikan tumbuh 35,7%(yoy) mencapai Rp278 triliun pada 2021. 

Demikian pula, nilai transaksi e-commerce yang melejit 63,36% (yoy) menjadi Rp186,75 triliun. BI optimistis nilai transaksi e-commerce bakal meningkat 48,4% (yoy) mencapai Rp395 triliun untuk sepanjang 2021.

“BI terus mempercepat implementasi kebijakan sistem pembayaran sesuai BSPI 2025 dalam rangka mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien,” tambah dia.

Antara lain peningkatan transaksi dan perluasan merchant QR Code Indonesian Standard (QRIS), penyaluran bansos pemerintah. Selanjutnya, penguatan ekosistem industri sistem pembayaran.

Di sisi tunai, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Juni 2021 mencapai Rp832,4 triliun, meningkat 11,74% (yoy). BI juga memastikan ketersediaan uang rupiah untuk memenuhi kebutuhan uang masyarakat.

Berita Terkait