Wow! Semburan Lapindo Ternyata Menyimpan Harta Karun Mineral Langka

27 Januari 2022 13:10 WIB

Penulis: Muhammad Farhan Syah

Editor: Laila Ramdhini

Lumpur Sidoarjo. / Dok. Kementerian PUPR

JAKARTA – Bencana semburan lumpur panas Lapindo dari anak perusahaan Grup Bakrie yakni Lapindo Brantas Inc di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur ternyata menyimpan sejumlah kandungan harta karun berupa logam mineral langka.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eko Budi Lelono dalam konferensi pers yang diselenggarakan dengan agenda penyampaian “Capaian Kinerja Tahun 2021 dan Rencana Kerja Tahun 2022 Badan Geologi” secara virtual beberapa waktu lalu.

”Ada indikasi keberadaan dari logam tanah jarang ini, selain itu ada logam lainnya termasuk logam critical raw material ini yang jumlahnya lebih besar,” jelas Eko dalam keterangan pers dikutip Rabu, 26 Januari 2022.

Badan Geologi menyebut beberapa potensi mineral langka yang terkandung dalam lumpur Lapindo, di antaranya adalah Litium (Li), Cerium (Cr) dan Stronsium (Sr) yang merupakan termasuk ke dalam bahan baku mineral yang dibutuhkan dalam proses pembuatan baterai.

Adapun nilai pasti secara materiel dari temuan mineral langka tersebut sampai dengan saat ini belum diketahui dan masih dalam proses pengembangan oleh Lembaga penelitian terikait.

Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian ESDM bersama dengan lembaga dan instansi terkait telah melakukan survei kajian umum di daerah terdampak semburan lumpur Lapindo pada tahun 2020 silam.

“Tahun 2020 dilakukan penyelidikan khususnya oleh Pusat Sumber Daya Mineral Dan Panas Bumi (PSDG) melakukan kajian umum di darah sidoarjo, dan memang ada indikasi keberadaan dari logam tanah jarang ini dan logam lain termasuk logam raw crtical material,” ujar Eko.

Kemudian, pada 2021 Badan Geologi kembali melakukan kajian lebih detil secara sistematis bersama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Balitbang ESDM). Hingga saat ini kajian tersebut masih dalam proses finalisasi oleh kedua instansi terkait.

“Hasilnya masih dalam proses, jika sudah selesai secara menyeluruh mungkin akan disampaikan ya melalui press con seperti ini dan lain sebagainya” tutup Kepala Badan Geologi tersebut.

Berita Terkait