Wow! Adaro Energy (ADRO) Bagikan Dividen Jumbo Senilai Rp9,3 Triliun

28 April 2022 12:05 WIB

Penulis: Merina

Editor: Laila Ramdhini

Gedung Adaro Energy di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. ( Foto: Ismail Pohan/TrenAsia)

JAKARTA - Emiten pertambangan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) akan membagikan dividen tunai reguler sebesar US$650 juta atau senilai Rp9,3 triliun (asumsi kurs Rp14.457 per dolar AS). Pembagian dividen ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2021 (RUPST) pada 27 April 2022.

Dalam keterangan tertulis, Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan pembagian dividen yang dilakukan ialah salah satu upaya perseroan dalam memenuhi komitmen terhadap pemilik saham.

“Kami dapat mencapai posisi saat ini berkat dukungan para pemegang saham. Kami akan memberikan pengembalian (return) kepada pemegang saham. Dan saat ini kami akan memenuhi komitmen tersebut dengan membagikan dividen tunai reguler sebesar US$650 juta untuk tahun 2021," kata Garibaldi dalam siaran pers yang dikutip Kamis, 28 April 2022.

Adapun dividen tersebut sebelumnya telah dibagikan pada Januari 2022 senilai US$350 juta sebagai dividen interim, sehingga sisa dividen yang akan dibagikan sebesar US$300 juta.

Tak hanya menyetujui pembagian dividen, dalam gelaran RUPST yang dilaksanakan pemegang saham, ADRO juga menyetujui beberapa agenda lain yakni mengesahkan laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian AEI untuk tahun buku 2021.

Kemudian memberikan pembebasan dan pelepasan sepenuhnya (acquit et décharge) kepada seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris ADRO untuk tindakan pengurusan dan pengawasan yang dilaksanakan pada tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021. 

Lalu, menyetujui penggunaan laba bersih AEI untuk tahun buku 2021 yang mencapai US$933 juta untuk keperluan tertentu yang salah satunya digunakan untuk pembagian dividen.

Pada agenda ketiga dan keempat, menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, anggota jaringan global Pricewaterhouse Coopers di Indonesia, untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasian untuk tahun buku 2022 dan menugaskan Komite Nominasi dan Remunerasi.

Berita Terkait