WNA Mudik, Tingkat Sewa Apartemen Melemah

06 Agustus 2021 13:44 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Suasana bangunan apartemen di kawasasan Jakarta Pusat, Jakarta, Jum’at, 17 Juli 2020. Konsultan prperti JLL memproyeksikan permintaan proprtik khususnya apartemen akan mulai menguat kembali pada kuartal II/2020, salah satu faktor pendorongnya adalah pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA - Total pasokan sewa apartemen sepanjang semester I-2021 tidak mengalami perubahan atau tetap, yakni sebanyak 8.978 unit. 

Lembaga independen survei properti, Knight Frank melaporkan, rerata tingkat penyewaan apartemen pada periode ini sebesar 59,9%. Nilai tersebut melemah 3,4% dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Seperti diketahui, situasi pandemi semakin memberikan dinamika bagi pergerakan pasar properti. Meskipun vaksinasi bergulir cukup intensif, tetapi kegiatan masyarakat masih dibatasi secara ketat.

Dalam hal ini, sektor properti menjadi salah satu yang terdampak. Adanya pelemahan di sektor ini pun menyebabkan terjadinya penurunan tingkat sewa apartemen.

Penurunan ini terjadi, khususnya setelah ada repatriasi WNA/ TKA pada awal tahun. Mereka secara bergelombang kembali ke negara asalnya karena situasi pandemi yang meningkat sejak Juni 2021. 

Adapun yang menjadi pertahanan tingkat hunian karena disebabkan oleh permintaan program staycation dan longstay. Di sisi lain, sebagian besar proyek masih menahan harga sewa sehingga belum ada perubahan.

Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip memprediksi, permintaan pascapandemi masih bisa tumbuh secara bertahap dalam jangka pendek.

“Ini tergantung pada tingkat keberhasilan vaksinasi, serta implementasi turunan Omnibus Law terkait akses pekerja asing,” kata dia dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat, 6 Agustus 2021.

Sebagai informasi, saat ini tercatat ada 1.670 unit future supply hingga 2023, mayoritas berlokasi di kawasan Central Business District (CBD).

Berita Terkait