Wisata Candi Borobudur: Berburu Kuliner Lembah Merapi Hingga Desa Wisata ‘Instagramable’

MAGELANG – Setelah ditutup selama kurang lebih enam bulan, pemerintah kini kembali membuka sejumlah tempat wisata, salah satunya Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Keindahan tempat wisata ini ternyata tak hanya soal bangunan unik yang masyhur itu, melainkan juga wilayah sekitar yang terletak di kaki Candi Borobudur, yakni Pasar Tradisi Lembah Merapi Bukit Gununggono.

Masyarakat pun dapat melepas penat dengan membuat pilihan mengunjungi pasar yang buka khusus pada hari Minggu pukul 06.00-12.00 WIB tersebut. Di sana, aktivitas dikelola secara mandiri oleh warga desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Sadar Wisata Desa Banyubiru.

Berbagai kuliner asli daerah disajikan, seperti gethuk, kacang godog, lepet, klepon, tiwul, growol, gathot, kupat tahu, cethil, maupun jajanan khas tradisional Magelang lainnya.

Uniknya, pembeli akan bertemu dengan para pedagang yang semuanya berjualan dengan mengenakan pakaian khas Jawa.

“Pria memakai baju lurik, sedangkan perempuan mengenakan kain jarik,” tulis laman resmi Indonesia.go.id yang dikutip TrenAsia.com, Minggu, 18 Oktober 2020.

Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah / Pixabay
Transaksi Uang Kayu Dhono

Tak hanya itu, berbagai peralatan makan juga masih dipertahankan lokalitasnya, seperti batok kelapa, daun pisang, dan gelas bambu. Di samping itu, transaksi hanya bisa dilakukan dengan uang kayu Dhono.

Untuk mendapatkan uang tersebut, satu keping Dhono dapat ditukar oleh pengunjung dengan uang senilai Rp2.000.

Di tempat wisata ini, sebuah pemukiman di Dusun Butuh juga bisa menjadi alternatif pilihan destinasi. Pasalnya, pemandangan indah di sana membuat pengunjung seolah-olah sedang berada di Nepal, India.

Kemudian, hamparan hijau persawahan juga dapat ditemui di Svargabumi, wilayah yang terletak di sebelah Candi Borobodurur. Disarankan, waktu yang paling tepat untuk mengunjungi tempat ini pada saat pagi hari.

Namun, bentang alam pada sore hari pun juga tak kalah bagus. Pengunjung bisa menyaksikan sunset dengan jelas. “Berkonsep alam, pertanian, ekologi, dan pemberdayaan masyarakat desa, Swargabumi merupakan salah satu ekonomi kreatif,” tulisnya.

Dalam hal ini, manajemen pengelolaan tempat wisata memberikan keleluasaan kepada petani untuk tetap menggarap sawah mereka. Pengelola juga melibatkan warga setempat untuk mengisi kios berjualan dengan standar manajemen sesuai protokol kesehatan. (SKO)

Tags:
Candi Borobudurdesa wisataDestinasi WiDestinasi wisataHeadlineinstagramJawa TengahKaki Candi BorobudurMagelangpariwisatapariwisata indonesiaPasar Tradisi Lembah Merapi Bukit GununggonoWisatawisata alam
Aprilia Ciptaning

Aprilia Ciptaning

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: