Wika Gedung Raih 34 Kontrak Baru Senilai Rp1,6 Triliun hingga Agustus 2021

10 September 2021 16:35 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Laila Ramdhini

Topping off Nasdem Tower oleh Wika Gedung. (Wika Gedung/Partai Nasdem.)

JAKARTA - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) berhasil meraih 34 kontrak baru senilai Rp1,6 triliun hingga Agustus 2021. Jumlah kontrak tersebut sekitar 38% dari target kontrak perseroan pada 2021 yang mencapai Rp4,22 triliun.

Corporate Secretary Bobby Kusuma mengatakan bahwa sebanyak 44% dari jumlah kontrak baru tersebut didapatkan dari produk modular yang dimilki perusahaan. Dengan kata lain, sebanyak 18% dari total nilai kontrak didapatkan dari produk modular.

"Jadi 44 persen dari keseluruhan proyek ini didapatkan dari karena WEGE memiliki modular," ujarnya dalam Public Expose Live 2021, Jumat, 10 September 2021.

Dia menambahkan, dari jumlah proyek tersebut, sekitar 32% didapatkan dari segmen konstruksi, kemudian 13% dari WPG, dan 11% dari konsensi.

Namun jika dilihat dari nilai kontrak, segmen konstruksi menyumbang 67% dari keseluruhan nilai kontrak, kemudian diikuti modular 18%, WPG 14% dan konsesi 1%.

Sementara itu, menurut komposisi, kontrak baru tersebut terdiri dari proyek pemerintah 61%, BUMN 15% dan swasta 24%. Dari tipe proyek mayoritas berupa fasilitas publik 57%, kemudian diikuti proyek residensial 27%, sedangkan sisanya berasal dari proyek komersial (12%) dan perkantoran (4%).

Beberapa kontrak baru yang dimenangkan WEGE antara lain proyek pembangunan Rumah Dinas TNI AD, Apartemen Kyo Society Surabaya, Poltak PUPR Semarang, RS Darurat Tanjung Duren, RS Darurat COVID-19 Malang, serta Holand Village, Hotel Cirebon, Grand Heaven dan masih banyak lagi.

Selain itu, terdapat proyek-proyek modular di antaranya SHE Facility Project Unjani, DIsplay Proyek Batang, Ruang Meeting Unjani, Proyek Belawan, Office Keet Jembatan Kretek Yogya, Office Keet Smelter CNI Kolaka, Ancol Sentiong, Witon Citereup, Office Bogowonto, Klinik MotoGP & HeliPad, Keet Cisumdawu, Fasilitas Tambang CNI Kolaka, dan Office Keet Serpan 1 & 2.

Dalam paparan publiknya, Wika Gedung juga mengatakan akan turut berpartisipasi dalam proyek ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur. Namun manajemen belum memastikan karena proyek IKN juga belum dilelang.

Nantinya, perseroan berencana berpartisipasi melalui skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), tidak hanya untuk penyediaan konstruksi, tetapi juga siap menggarap proyek data center.

Berita Terkait