Wijaya Karya (WIKA) Borong Proyek Milik Nusantara Infrastructure

02 Februari 2022 18:00 WIB

Penulis: Liza Zahara

Editor: Rizky C. Septania

Wijaya Karya (WIKA) Borong Proyek Milik Nusantara Infrastructure /foto: Jasa Marga

JAKARTA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melakukan penandatanganan kerja sama dengan anak usaha PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) yakni PT Bintaro Serpong Damai untuk desain dan konstruksi tiga proyek  pembangunan sebagai kontraktor.

Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito menyampaikan apresiasi kepada Margautama Nusantara (MUN) sebagai anak usaha META atas kepercayaan yang diberikan kepada Perseroan. 

Prestasi pada pembangunan Tol Layang A.P Pettarani sebelumnya, menjadi bukti nyata kolaborasi yang baik antara WIKA Group sebagai kontraktor dan MUN selaku pemilik proyek.

“Nantinya proyek ini akan mengusung konsep green infrastructure sebagai dukungan dalam menjaga kesehatan lingkungan. Kemudian, proyek ini juga berfokus pada sisi penampilan estetika yang secara visual memiliki daya tarik sendiri,” kata Direktur Utama Wijaya Karya Agung dalam keterangan resmi, Senin, 31 Januari 2022.

Adapun tiga proyek yang akan dikerjakan Wijaya Karya ialah konstruksi penanganan banjir pada KM 8, konstruksi jalan akses Tol Makassar New Port tahap I dan II, serta konstruksi ramp junction Serpong dengan exit ramp Pamulang dan pelebaran jalan arteri exit Pamulang.

Perusahaan Nippon Koei, Co., Ltd sebagai salah satu consultant engineering terbesar di Jepang ditunjuk untuk menjamin kualitas dan keselamatan selama konstruksi berlangsung.

Sementara itu, Direktur Utama Nusantara Infrastructure Ramdani Basri mengatakan dengan pelaksanaan proyek ini dialakukan sebagai wujud komitmen Perseroan mendukung program pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur nasional melalui konektivitas daerah dalam pembangunan jalan tol.

Untuk diketahu, jalan Tol A.P Pettarani yang kosntruksinya dikerjakan WIKA diresmikan pada 24 Maret 2021. Jalan tol ini diresmikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai jalan tol layang pertama di Indonesia Timur dengan panjang 4,3 kilometer (km). 
 

Berita Terkait