Wijaya Karya Beton Targetkan Utilisasi 60 Persen hingga Akhir Tahun

14 September 2021 12:33 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Kantor Wijaya Karya (istimewa)

JAKARTA –  PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) melaporkan utilisasi perseroan hingga semester I-2021 mencapai 40%. Sementara itu, pada semester II tahun ini diperkirakan meningkat pada kisaran 75%-80%. Dengan demikian, secara akumulatif pada akhir tahun bisa mencapai 59%-60%.

Manajemen dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, saat ini harga raw material secara keseluruhan meningkat sebesar 10%-15%.

“Hal ini akan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perseroan, mengingat harga jual saat ini belum meningkat. Di sisi lain kami berupaya untuk mengatasi dengan meningkatkan efisiensi melalui penekanan atau pengurangan biaya di semua lini bisnis,” mengutip keterangan tersebut, Selasa, 14 September 2021.

Selama kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) berlangsung, lanjutnya, terjadi penurunan terhadap kapasitas produksi dan pengurangan jam kerja operasional.

Namun, perseroan mengaku kapasitas produksi sebesar 40% pada semester I-2021 dapat meningkat menjadi 60% hingga akhir tahun.“Perseroan tetap dapat menjalankan produksi dengan baik sekaligus pegawai tetap terlindungi dari dampak virus COVID-19,” tambahnya.

Secara rutin, perseroan melakukan swab antigen terhadap para pegawai untuk memastikan kondisi kesehatan. Sementara itu, pada kondisi di proyek di lapangan, WTON tetap beroperasi secara penuh dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Selain itu, perseroan juga mengurangi jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang berada di kantor proyek dengan memaksimalkan pekerja di lapangan sesuai dengan kebutuhan.

Kinerja Semester I-2021

Sebagai informasi, perseroan membukukan kenaikan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp37,9 miliar pada semester I-2021.

Jumlah tersebut naik tipis 3,5% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan semester I-2020 sebesar Rp36,6 miliar.

Kinerja WTON juga diikuti dengan perolehan pendapatan sebesar Rp1,25 triliun pada periode ini. Namun, jumlah pendapatan ini tercatat turun 32,7% yoy dari semester I-2020 sebesar Rp1,86 triliun.

Penurunan berasal dari produk putar dan produk nonputar yang masing-masing tercatat Rp536 miliar dan Rp522 miliar. Keduanya sama-sama turun dari perolehan semester I-2020 yang sebesar Rp690 miliar untuk produk putar dan Rp711 miliar untuk produk nonputar.

Sementara itu, pendapatan jasa menyumbang Rp94 miliar dan pendapatan konstruksi sebesar Rp105,6 miliar.

Kenaikan laba didorong keberhasilan perseroan menekan beban pokok pendapatan menjadi minus Rp1,18 triliun, dari sebelumnya minus Rp1,74 triliun per semester I-2020.

Adapun total liabilitas WTON per Juni 2021 tercatat Rp3,9 triliun, lebih rendah dibandingkan per akhir 2020 sebesar Rp5,1 triliun. Untuk total ekuitas naik tipis menjadi Rp3,4 triliun, dari sebelumnya Rp3,39 triliun per Desember 2021.

Kemudian kas dan setara kas yang dibukukan perseroan menurun dari 1,54 triliun per akhir 2020 menjadi Rp7,31 miliar per Juni 2021. Aset pun ikut mengalami penurunan menjadi Rp7,3 triliun, dari Rp8,5 triliun per Desember 2020.

 

Berita Terkait