WHO Pantau Varian Virus COVID-19 Baru Bernama Mu

02 September 2021 13:45 WIB

Penulis: Justina Nur Landhiani

Editor: Laila Ramdhini

WHO Pantau Varian Virus COVID-19 Baru Bernama Mu (Freepik.com)

JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO baru-baru ini mengidentifikasi varian virus COVID-19 baru yang bernama Mu atau B.1.621 di Kolombia sebagai variant of interest (voi). 

Voi merupakan varian virus COVID-19 yang memiliki kemampuan genetik untuk memengaruhi karakteristik virus. Karakteristik yang dimaksudkan yaitu mengenai tingkat keparahan penyakit, penurunan kekebalan, tingkat penularan, dan sebagainya.

Mengutip dari laman The Guardian, varian Mu ini pertama kali diidentifikasi di Kolombia dan menjadi kasus pertama yang tercatat di Amerika Serikat dan Eropa.

Menurut WHO, varian tersebut memiliki kemampuan lebih tahan terhadap vaksin, mirip seperti virus COVID-19 varian Beta. Sejak diidentifikasi di Kolombia pada Januari 2021, kasus sporadis dan wabah yang lebih besar telah dicatat di seluruh dunia. Di luar Amerika Selatan, kasus COVID-19 tersebut telah dilaporkan terjadi di Inggris, Eropa, Amerika Serikat, dan Hong Kong.

Para ilmuwan dan pejabat kesehatan masyarakat masih menyelidiki apakah varian Mu lebih menular atau menyebabkan gejala penyakit yang lebih serius, daripada varian Delta yang kini mendominasi sebagian besar kasus COVID-19 di dunia.

WHO menyatakan epidemiologi varian Mu di Amerika Selatan, terutama dengan peredarannya bersama varian Delta masih akan dipantau terus.

Mengutip dari laman The Guardian, setidaknya kini ada 32 kasus varian Mu yang telah terdeteksi di Inggris. Pola infeksi menunjukkan bahwa varian tersebut dibawa oleh pelancong pada beberapa kesempatan.

Sebuah laporan oleh Public Health England (PHE) pada Juli 2021 mengatakan sebagian besar kasus ditemukan di London dan pada orang-orang berusia 20-an. Beberapa dari mereka yang dites positif Mu telah menerima satu atau dua dosis vaksin COVID-19.

Namun, sejauh ini varian Mu belum menimbulkan kekhawatiran sebanyak Alpha dan Delta, yang diklasifikasikan sebagai varian yang menyebabkan kekhawatiran yang lebih serius. Hal ini karena varian Alpha dan Delta menimbulkan peningkatan penularan yang membuat banyak orang harus meningkatkan pertahanan kekebalan tubuh.

Berita Terkait