WFH Bikin Kebutuhan Internet Melejit Tapi Pendapatan dan Laba Bersih Telkom Justru Turun Tipis

August 08, 2020, 08:05 PM UTC

Penulis: Ananda Astri Dianka

Gedung Merah Putih milik PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. / Telkomsat.co.id

JAKARTA – Emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. atau Telkom membukukan pendapatan konsolidasi perseroan senilai Rp66,9 triliun dengan laba bersih Rp10,99 triliun pada semester I-2020.

Kinerja ini turun tipis dibandingkan dengan perolehan periode yang sama tahun lalu yaitu pendapatan Rp69,34 triliun dan laba bersih Rp11,07 triliun.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan perseroan mencatat pertumbuhan Earnings Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) sebesar 8,9% secara tahunan menjadi Rp36,08 triliun.

Margin EBITDA tumbuh 6,2 ppt menjadi 54,0%. Sedangkan, margin laba bersih juga menunjukkan tren yang lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi 16,4% dari sebelumnya 16,0%.

“Di tengah pandemi COVID-19 yang tidak dapat dipungkiri berdampak terhadap perekonomian dan industri telekomunikasi, Telkom masih bisa mencatat kinerja yang cukup baik dengan peningkatan profitabilitas perseroan di mana margin EBITDA dan margin laba bersih tercatat tumbuh dibandingkan tahun lalu,” kata dia dalam keterangan resmi yang dikutip TrenAsia.com Sabtu, 8 Agustus 2020.

Manajemen emiten bersandi saham TLKM ini juga menerangkan bahwa arus kas perseroan masih tumbuh 23,4% menjadi Rp34, 2 triliun.

Kebutuhan Data Melejit

Keseluruhan kinerja perseroan ditopang oleh pertumbuhan lini bisnis Digital Business Telkomsel dan fixed broadband IndiHome yang pendapatannya tumbuh masing-masing 13,5% dan 19,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, entitas anak Telkom, bisnis digital Telkomsel juga tercatat naik 13,5% menjadi sebesar Rp31,9 triliun dengan total kontribusi yang tumbuh signifikan hingga 72,4% dari total pendapatan Telkomsel. Pasalnya, Telkomsel berhasil meraup 160,1 juta pelanggan, dengan pelanggan mobile data sebanyak 105,1 juta.

Jumlah pelanggan inilah yang mendongkrak konsumsi layanan data. Kenaikannya mencapai 43,8% dari periode yang sama tahun lalu menjadi 7.037 MB per pelanggan data. Kenaikan serupa juga terindikasi lewat lintas data yang juga meningkat 40,3% menjadi 4.255.250 TB.

Untuk meningkatkan layanan, Telkomsel telah membangun 15.831 BTS 4G sepanjang semester pertama tahun ini. Telkomsel telah memiliki total BTS sebanyak 228.066 unit atau tumbuh 11,7% secara tahunan. Dari jumlah itu, BTS 3G dan 4G/LTE mencapai lebih dari 177.000 unit atau 77,9% dari total keseluruhan.

Tidak kalah dari Telkomsel, IndiHome juga mencetak pendapatan Rp10,4 triliun dari 7,45 juta pelanggan. Jumlah pelanggan ini tumbuh 24,2% dari periode yang sama tahun lalu dengan penambahan 448.000 pelanggan baru sepanjang semester I-2020. (SKO)