Waskita Karya (WSKT) Nyatakan Mundur dari Proyek Tol Getaci

22 November 2022 10:07 WIB

Penulis: Feby Dwi Andrian

Editor: Fakhri Rezy

Ilustrasi Tol (TrenAsia)

JAKARTA - Emiten BUMN karya PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menyatakan mundur dari proyek tol Getaci atau Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap.

Direktur Utama WSKT Destiawan Soewardjono menyampaikan, mundurnya perseroan diakibatkan karena adanya perjanjian Master Restructuring Agreement (MRA).  

"Perseroan memang ikut share di dalam proyek tersebut, namun karena lender itu ada di dalam (MRA), maka WSKT tidak akan berinvestasi lagi di ruas tol," katanya, saat ditemui awak media setelah Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Senin, 21 Novemeber 2022.

Ia menambahkan di satu sisi, WSKT sudah tidak ada dana lagi untuk berinvestasi di jalan tol. Ditambah saat ini investasi untuk jalan tol baru memang tidak diperbolehkan.

"(Waskita) ngga punya duit, dalam MRA kita ngga boleh investasi tol lagi," lanjut Destiawan.

Waskita dan tujuh kreditornya sudah menandatangani MRA atau perjanjian restrukturisasi induk pada Rabu, 25 Agustus 2021. Adapun tujuh bank telah menyetujui kredit kepada WSKT dengan outstanding sebesar Rp21,9 triliun.

Lima dari tujuh bank yang sudah memberikan persetujuan restrukturisasi yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang bertindak sebagai leading bank, kemudian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR). Lalu sisanya adalah PT Bank BTPN Tbk (BTPN) dan PT BPD DKI (Bank DKI).

Sebagai informasi, Tol Getaci akan menjadi calon jalan tol terpanjang di Indonesia. Tol Getaci membentang di dua provinsi, yakni Jawa Barat sepanjang 171,40 km dan Jawa Tengah sepanjang 35,25 km, maka total panjangnya adalah 206,6 km.

Tol ini rencananya akan digarap oleh konsorsium yang dipimpin oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Adapun di dalam konsorsium tersebut, WSKT berkontribusi sebanyak 20%.

Dengan rincian, Jasa Marga memiliki porsi 32,5%, PT Daya Mulia Turangga 13,3% - PT Gama Group 13,3% - PT Jasa Sarana sebanyak 0,7%, PT PP (Persero) Tbk sebanyak 6%, PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebanyak 20%, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebanyak 6%. 

Berita Terkait