Waskita Karya Raih Kontrak Pembangunan Jalan Perbatasan RI-Malaysia Rp225 Miliar

15 Juli 2021 23:01 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Gedung Waskita Heritage dikawasan MT Haryono, Jakarta Selatan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) ditunjuk untuk menggarap pembangunan proyek strategis nasional (PSN) jalan Long Semamu-Long Bawan 2 di Kalimantan Utara. Jalan ini berada di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.

“Alhamdulillah, Waskita kembali mendapatkan kepercayaan dari Kementerian PUPR di tengah pandemi ini untuk membangun jalan Long Semamu-Long Bawan 2,” ujar Senior Vice President Infrastructure II Division WSKT Sugiharto dalam siaran pers, Kamis, 15 Juli 2021.

Sugiharto menjelaskan Waskita akan mengerjakan proyek dengan total nilai kontrak Rp225 miliar ini bersama PT Duta Mega Perkasa. Dalam kerja sama ini, WSKT bertindak sebagai lead contractor yang mendapat porsi 70% dari nilai kontrak secara keseluruhan.

“Untuk pengerjaan sendiri akan dilakukan selama 892 hari kalender yaitu 13 Juli 2021-15 Desember 2023. Insyaallah semua dapat berjalan dengan lancar,” kata Sugiharto.

Sugiharto menandatangani kontrak bersama Pejabat Pembuat Komitmen Perbatasan 5 Kalimantan Utara Masrur. Penandatanganan ini juga disaksikan oleh Director of Operation II WSKT Bambang Rianto.

Proyek baru ini menambah deretan proyek Waskita di Kalimantan. Sebelumnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya ini juga sedang mengerjakan proyek Irigasi Tapin, PLTU Malinau 2x3MW, Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV Sangatta Maloy, dan SUTT 150 KV New Balikpapan.

Sepanjang kuartal I-2021, WSKT masih mencatatkan rugi bersih Rp46,09 miliar. Capaian ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun lalu yang berhasil mencatat laba bersih Rp42,69 miliar.

Mengutip laporan keuangan WSKT di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 29 Juni 2021, perusahaan konstruksi pelat merah ini membukukan pendapatan Rp2,67 triliun pada kuartal I-2021. Jumlah ini merosot 35,81% dari kuartal I-2020 yang tercatat sebesar Rp4,19 triliun. (LRD)

Berita Terkait