Warning dari World Bank: Dunia Diprediksi Bakal Hadapi Resesi

27 Mei 2022 11:02 WIB

Penulis: Fadel Surur

Editor: Fakhri Rezy

Bank Dunia menyebutkan bahwa invasi di Ukraina dan tingginya harga makanan, energi, dan pupuk akan mengakibatkan adanya resesi global. (Infobanknews)

WASHINGTON D.C. - Menurut Bank Dunia (World Bank), invasi Rusia terhadap Ukraina akan berakibat pada resesi global dengan melonjaknya harga makanan, energi, dan pupuk.

Sebelumnya, Bank Dunia telah memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2022 menjadi 3,2%.

Kepala Bank Dunia David Malpass beranggapan bahwa hampir tidak mungkin dunia bisa menghindar dari resesi. 

“Harga energi yang naik dua kali lipat saja sudah cukup untuk memicu resesi dengan sendirinya,” katanya dalam sebuah konferensi oleh Kamar Dagang AS pada hari Rabu, 25 Mei 2022.

Ia mengatakan bahwa ekonomi negara yang sedang dilanda konflik, Ukraina dan Rusia, diperkirakan akan mengalami kontraksi yang signifikan. Sementara itu, negara-negara di Eropa, China, dan AS akan mengalami pertumbuhan yang lambat.

Bahkan negara dengan ekonomi terbesar di Eropa dan keempat di dunia, Jerman telah merasakan akibat dari tingginya harga energi. 

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang melambat di China diakibatkan oleh rangkaian lockdown, inflasi, dan krisis real estate yang sudah ada sebelumnya.

Negara-negara berkembang juga akan semakin terpukul akibat kekurangan pupuk dan pasokan makanan serta energi. 

Ia menambahkan bahwa rangkaian lockdown yang masih dijalankan di China juga menghambat pertumbuhan ekonomi. 

Malpass tidak memberikan kepastian mengenai kapan resesi global kemungkinan dimulai.

Berita Terkait