Warganet Indonesia Membuat ATM Bitcoin, Pengguna Bisa Membeli BTC Mulai dari Rp1.500

25 April 2022 20:30 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Rizky C. Septania

Tampilan situs roaringstars.com yang menghadirkan platform ATM untuk Bitcoin. Sumber; roaringstars.com (roaringstars.com)

JAKARTA - Seorang warganet Twitter dengan nama pengguna @roaringstars memperkenalkan program bernama Lightning ATM (Mainan) sebagai Anjungan Tunai Mandiri virtual yang bisa mengkonversi rupiah ke Satoshi,  nominal terkecil Bitcoin (BTC). Lewat program ini, pengguna bisa membeli Bitcoin mulai dari harga Rp1.500 saja.

Akun @roaringstars mengatakan, inisiatifnya untuk membuat Lightning ATM (Mainan) berawal dari ketertarikannya terhadap Lightning Network, yaitu solusi layer-2 yang berada di atas jaringan blockchain Bitcoin.

Lightning Network dapat memecahkan masalah skalabilitas BTC dan memungkinkan transaksi dalam volume yang tinggi dengan biaya yang rendah namun tetap aman.

Lightning Network diperkirakan dapat menangani hingga 40 juta transaksi perdetik. Padahal, sebelum adanya program ini, jaringan blockchain Bitcoin hanya bisa memproses sekitar 3 sampai 7 transaksi perdetik.

"Sebetulnya ATM ini itu hanya iseng, berawal dari rasa ingin tahu ku tentang Bitcoin terutama Lightning Network. LN ini menarik karena kita bisa kirim uang super cepat dan via jaringan super aman Bitcoin. Awalnya aku cari di Twitter, aku reply aja orang-orang yg emang suka bikin eksperimen pake LN, hanya karena pengen belajar LN aja," ujar @roaringstars saat dihubungi melalui fitur pesan di Twitter, Senin, 25 April 2022.

Untuk menggunakan ATM Bitcoin Lightning ini, pengguna bisa membuka situs roaringstars.com. Kemudian, pilih "Save Config & Reboot" dan pilih "Please Deposit Rupiah".

Pengguna dapat melakukan deposit dengan jumlah Rp1.500 atau Rp10.000. Kemudian, setujui syarat dan ketentuan, lalu klik "Agree & Deposit".

ATM akan memberikan kode QRIS yang selanjutnya bisa dipindai via OVO, GoPay, atau BCA. Setelah itu, pengguna akan diberikan QR Code yang bisa digunakan untuk mengirim Satoshi ke dompet kripto yang mendukung Lightning Network, misalnya Wallet of Satoshi.

Pengguna dikenakan biaya 9% dengan rincian 2% untuk payment gateway fee dan 7% exchange fee. Akun Twitter yang enggan memperkenalkan identitas aslinya itu mengatakan dirinya berusaha untuk terus menurunkan biaya secara bertahap.

Berdasarkan pantauan TrenAsia.com, Senin, 25 April 2022 pukul 05.15 WIB, platform ATM Bitcoin ini sudah berhasil memproses 756 transaksi.

Menurut @roaringstars, Bitcoin dan Lightning Network bisa sangat bermanfaat untuk negara kepulauan seperti Indonesia. Pasalnya, setiap pengguna jadi bisa mengirim uang dengan lebih mudah.

@roaringstars menyayangkan aturan pemerintah yang hingga saat ini masih melarang Bitcoin sebagai alat transaksi dan hanya digunakan sebagai investasi. Dengan adanya aturan itu, banyak orang yang menganggap Bitcoin dan aset kripto lainnya sebagai aset seperti emas semata.

"Tentunya harus lebih banyak orang Indonesia yang paham dulu Bitcoin + LN plus-minus nya apa saja. Sayangnya, masih sedikit referensi tentang LN dalam bahasan Indonesia, apalagi alat peraganya," kata @roaringstars. 

Berita Terkait