Warga ASEAN Gemar Pesan Makanan Online, Indonesia Sumbang Transaksi Rp47,03 Triliun pada 2020

16 September 2021 13:30 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Rizky C. Septania

Nampak proses pembuatan makanan tradisional roti gambang di kawasan Karawaci Kota Tangerang, Senin 2 Agustus 2021. Foto :Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Kawasan Asia Tenggara (ASEAN) memiliki 8,6% populasi di dunia. Dengan banyaknya penduduk di Asia Tenggara, kebutuhan makanan serta distribusinya menjadi hal yang krusial.

Seiring dengan kemajuan teknologi digital saat ini, masyarakat ASEAN rupanya sangat menggemari layanan pesan-antar makanan. 

Melansir The Grab Next: Laporan Tren F&B Indonesia 2020/2021, total pengeluaran untuk pesan-antar di 6 negara ASEAN diperkirakan sekitar US$9,4 miliar pada 2020.

Adapun pengeluaran makanan di Indonesia sendiri menyumbang sekitar US$3,3 miliar atau setara dengan Rp47,03 triliun (asumsi kurs Rp14.252 per dolar Amerika Serikat).

Tak bisa ditampik, popularitas layanan pesan-antar makanan meledak ketika pandemi COVID-19 melanda dunia. Sejak itu, restriksi mobilitas masyarakat sangatlah ketat. Walhasil, masyarakat beralih pada cara-cara baru mendapatkan makanan.

Mobilitas yang terbatas pada akhirnya membuat tren memasak di rumah dan layanan pesan-antar makanan naik selama pandemi. Rinciannya, masak di rumah mengalami kenaikan 19% dibandingkan dengan sebelum pandemi.

Sementara makanan yang dipesan menggunakan layanan pesan-antar naik sebanyak 4%. Jumlah pesanan ambil sendiri di GrabFood juga tumbuh hampir 4,5 kali antara April hingga Desember 2020. Bahkan, 45% makanan yang dikonsumsi di Indonesia melalui metode makan di luar, pesan antar, atau dibawa pulang. di antaranya melalui pengiriman makanan.

Tingginya minat layanan pesan-antar makanan membuat pelaku usaha kuliner (food and bevareges/ FnB) memutuskan untuk mencoba GrabFood. Bisnis F&B aktif bulanan di Indonesia tumbuh lebih dari 65% pada 2020 dibandingkan dengan 2019.

Berita Terkait