Warga +62 Rajin Jajan di e-Commerce, Rp86,48 Triliun Dana Asing Mengalir ke Sektor Logistik pada Kuartal II-2021

20 Agustus 2021 14:35 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

Warga mengakses salah satu platform e-commerce untuk berbelanja secara daring melalui gawai dalam rangka Hari Belanja Online Nasional atau ‘Harbolnas 11.11’ di Tangerang, Banten, Rabu, 11 November 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Bank Indonesia mencatat sektor lainnya seperti jasa pengangkutan/ ekspedisi, perdagangan, dan industri tercatat mendominasi aliran masuk modal dari Penanaman Modal Asing (PMA) pada kuartal II-2021.

Aliran PMA pada ketiga sektor tersebut memiliki pangsa sebesar 91,1% daro total PMA atau senilai US$6,0 miliar atau setara dengan Rp86,48 triliun (kurs Rp14.414 per dolar Amerika Serikat).

Meningkatnya aliran modal asing di sektor lainnya terutama berasal dari PMA pada salah satu perusahaan domestik yang bergerak di bidang ekspedisi dari investor China. 

“Ini sejalan dengan kemajuan bisnis e-commerce di masa pandemi, sehingga meningkatkan kebutuhan jasa logistik dan pengiriman barang,” tulis BI dalam laporan Neraca Pembayaran Kuartal II-2021, Jumat 20 Agustus 2021.

Sementara itu, arus masuk investasi asing di sektor perdagangan terjadi karena adanya investasi pada salah satu jaringan mall di Indonesia oleh investor Jepang. 

Makin moncernya ekonomi digital juga tercermin dari paparan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI. Tercatat, transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Juli 2021 terus tumbuh seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, perluasan pembayaran digital dan akselerasi digital banking.

“Kebijakan sistem pembayaran BI terus diarahkan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional dan mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif, aman, dan efisien,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

Berita Terkait