Wapres Ma’ruf Amin Desak China Segera Urus Sertifikasi EUL Vaksin Sinovac

23 April 2021 15:33 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Wakil Presiden Ma’ruf Amin /Foto:merahputih.com

JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendorong Pemerintah China agar vaksin Sinovac segera mendapat emergency use listing (EUL) dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

Desakkan ini timbul untuk mengamankan kepastian beribadah calon jemaah haji dan umrah Indonesia ke Arab Saudi tahun ini.

“Pemerintah Indonesia mendorong Pemerintah China agar segera melakukan proses secepatnya, supaya WHO segera memberikan sertifikasi Sinovac sehingga tidak ada hambatan lagi bagi jemaah umrah dari Indonesia yang mau beribadah,” kata Juru Bicara Wakil Presiden Mar’ruf Amin Masduki Baidlowi seperti dilansir Antara, Jumat, 23 April 2021.

Selain itu, Ma’ruf juga meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk melakukan negosiasi dengan otoritas Arab Saudi agar mengizinkan calon jemaah haji asal Indonesia yang sudah terlanjur disuntik vaksin Sinovac.

“Masalahnya, vaksin Covid-19 yang boleh masuk ke Arab Saudi itu yang sudah mendapatkan sertifikat dari WHO,” terang Masduki.

Izin terhadap vaksin sinovac menjadi penentu calon jemaah haji Indonesia untuk berangkat ke Arab Saudi.

Di dalam negeri, vaksin Sinovac kini sudah menjadi tumpuan program vaksinasi COVID-19 usai adanya gangguan pengiriman vaksin AstraZeneca dari India beberapa waktu lalu.

EUL merupakan salah satu acuan bagi suatu negara untuk menerbitkan Emergency Use Authorization (EUA). Selain itu, EUL merupakan prasyarat pasokan vaksin Covax yang disubsidi oleh WHO ke berbagai negara di dunia.

Hingga saat ini, baru terdapat dua merek vaksin yang sudah mengantongi EUL, yakni Pfizer-BioNTech dan AstraZeneca. Adapun tiga merek vaksin lain yang sedang memproses izin EUL adalah Sinopharm, Moderna, dan Sinovac.

Arab Saudi mengikuti jejak beberapa negara lain yang menetapkan vaksin tersertifikasi WHO sebagai syarat perjalanan. Aturan ini diterapkan oleh Amerika Serikat, Inggris, hingga Uni Eropa sejak Maret 2021.

Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Saleh Partaonan Daulay pun mendorong pemerintah Indonesia untuk mendesak Sinovac agar segera mengantongi EUL dari WHO.

Pasalnya, tersendatnya jemaah haji Indonesia dalam ibadah haji tahun ini berefek panjang terhadap daftar tunggu haji di dalam negeri. Untuk diketahui, rata-rata masa tunggu haji di Indonesia sudah melebihi 20 tahun.

“Karena itu, jamaah haji kita yang telah divaksin Sinovac harus dipastikan diakui dan diperbolehkan masuk Saudi. Kalau tidak, daftar antrean jamaah yang mau berangkat haji akan semakin panjang,” tegas Saleh dalam keterangan resmi, Senin 19 April 2021. (RCS)

Berita Terkait