Wali Kota Risma Dukung Pabrik Rokok HM Sampoerna Setop Sementara

May 12, 2020, 09:30 PM UTC

Penulis: Ananda Astri Dianka

Pabrik rokok HM Sampoerna. / Facebook @InsideSampoerna

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendukung penutupan sementara pabrik rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) di kawasan Rungkut.

Manajemen HM Sampoerna memang memutuskan untuk menutup sementara pabrik di Rungkut 1 dan Rungkut 2, Surabaya, Jawa Timur, selama tiga pekan sejak 11 Mei 2020.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya Jatim sekaligus Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya, M. Fikser mengatakan kebijakan tersebut merupakan langkah yang tepat.

“Manajemen perusahaan memutuskan untuk menutup itu untuk mendukung PSBB yang diperpanjang,” kata Fikser di Surabaya, Selasa, 12 Mei 2020.

Sebelumnya, Sampoerna melakukan penutupan sementara seiring dengan kebijakan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya hingga 25 Mei 2020. Upaya ini juga dilakukan demi menghambat penyebaran penularan COVID-19 di Surabaya.

Menurut Fikser, saat situasi sudah kembali membaik dan normal nantinya, pabrik dapat beroperasi kembali mengingat banyaknya jumlah tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya di perusahaan tersebut.

Sementara itu, pihak Sampoerna memastikan bahwa sekalipun karyawannya tidak bekerja selama kegiatan produksi dihentikan, perusahaan akan tetap membayar upah secara penuh dan menunaikan kewajiban perusahaan untuk memberikan tunjangan hari raya (THR).

Fikser mengatakan karyawan Sampoerna yang telah terdeteksi terpapar COVID-19 juga telah ditangani sesuai dengan protokol kesehatan. Semua pasien yang positif sudah ditangani di rumah sakit, dan keluarga pasien juga menjalani tes swab.

“Jadi, dulu awalnya kan rapid test, ketahuan yang reaktif lalu dilakukan swab test untuk keluarganya oleh pemerintah kota,” ujar dia.

Keluarga pasien juga terus diperhatikan, salah satunya dengan pemberian dukungan berupa makanan sehat dan bergizi.

Pasokan Terjaga

Direktur HM Sampoerna Elvira Lianita mengatakan perseroan memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan produksi dua pabrik yang berlokasi di Rungkut 1 dan Rungkut 2 Surabaya hingga 1 Juni 2020. Kegiatan produksi akan kembali dimulai pada 2 Juni 2020.

Keputusan ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah dan Gugus Tugas Kota Surabaya dan Provinsi Jawa Timur dengan pertimbangan menyeluruh untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan perpanjangan PSBB Surabaya Raya dalam mengendalikan dan menghentikan penyebaran COVID-19 di Surabaya.

Dengan keputusan ini, kata dia, maka akan memberikan waktu bagi seluruh karyawan Sampoerna yang berlokasi di Surabaya untuk tetap di rumah selama masa perpanjangan PSBB berlangsung yang juga bertepatan dengan masa Idulfitri.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya pemerintah dan Gugus Tugas, yang selalu mendukung, membantu dan bergotong royong untuk menekan dan mencegah penyebaran COVID-19. Keputusan kami untuk menghentikan kegiatan produksi selama tiga minggu ini adalah bentuk dukungan kami untuk ikut memutus tali penyebaran COVID-19 di Surabaya,” kata Elvira.

Dia menuturkan, dua fokus utama Sampoerna saat ini adalah memberikan upaya dan dukungan terbaik bagi para karyawan yang terdampak COVID-19 agar mereka mendapatkan perawatan medis yang tepat dan dapat segera sehat.

Kemudian, kata dia, fokus berikutnya adalah memberikan semangat positif, motivasi dan edukasi bagi seluruh karyawan agar mereka patuh menerapkan protokol kesehatan dan gaya hidup sehat sesuai anjuran pemerintah.

Menurut dia, dengan penghentian sementara kegiatan produksi dua fasilitas pabrik di Surabaya, Sampoerna tetap menjamin ketersediaan pasokan produknya. Saat ini, empat fasilitas produksi Sampoerna lainnya masih beroperasi.

Emiten rokok bersandi saham HMSP itu juga berkomitmen untuk selalu memastikan kualitas tertinggi dan integritas merek atas produk-produk Sampoerna yang dihasilkan untuk konsumen dewasa melalui penerapan protokol kesehatan ketat yang tentunya dibarengi dengan penerapan cara berproduksi yang baik (good manufacturing practices).

Dia memastikan, seluruh fasilitas produksi Sampoerna tersebut telah mendapatkan izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI) dan secara berkala, Sampoerna juga melaporkan pelaksanaan kegiatan industri kepada Kementerian Perindustrian.

Elvira juga menjelaskan, selain menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan, Sampoerna juga berkomitmen untuk menjamin stabilitas ekonomi karyawannya. Elvira menyampaikan komitmen Sampoerna untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) selama masa pandemi ini dan memberikan gaji secara penuh, termasuk menerima THR.

“Komitmen Sampoerna terkait penerapan protokol kesehatan yang ketat, serta jaminan stabilitas pekerjaan dan penghasilan karyawan ini sejalan dengan imbauan pemerintah agar semua pihak bergotong royong, saling membantu dan melakukan upaya terbaik agar Indonesia segera keluar dari situasi pandemi COVID-19 dengan tetap menjaga stabilitas sosial ekonomi,” tegasnya. (SKO)