Waduh, Rachmat Kaimuddin Mengundurkan Diri Sebagai Bos Bukalapak

29 Desember 2021 14:30 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Vega Aulia

CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin (kedua kiri) dan Direktur Shopee Indonesia Christin Djuarto (kanan) mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 15 September 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengumumkan pengunduran diri Direktur Utama perseroan, Muhammad Rachmat Kaimuddin pada Selasa, 28 Desember 2021. 

"Permohonan pengunduran diri tersebut akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan anggaran dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Corporate Secretary Bukalapak, Perdana A. Saputro, melansir dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 29 Desember 2021.

Meski demikian, Bukalapak tidak menyebutkan alasan mundurnya Muhammad Rachmat Kaimuddin sebagai Direktur Utama BUKA.

Namun, perseroan mengaku meski Dirut mengundurkan diri, tidak terdapat yang secara material dapat mempengaruhi kegiatan usaha dan kelangsungan usaha Perseroan atas penyampaian keterbukaan informasi ini.

Selain Dirut, dewan direksi BUKA per 30 September 2021 terdiri dari tiga orang Direktur yakni Teddy Nuryanto Oetomo, Willix Halim, dan Natalia Firmansyah. 

Profil Rachmat Kaimuddin

Sebagai informasi, Rachmat merupakan pria kelahiran Makassar, 15 April 1979 yang ternyata satu almamater dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Keduanya bersekolah di SMA Taruna Nusantara. 

Tak melanjutkan karir di dunia militer, Rachmat memilih melanjutkan kuliah ke Massachusetts Institute of Technology (MIT), Boston, pada 1998-2001, dan meraih gelar BSc. 

Dia juga sempat menyabet gelar MBA dari Stanford University, California (2006-2008). Ia memulai karirnya sebagai Senior Associate di Boston Consulting Group. 

Kemudian sempat pula menjadi konsultan di IFC, Managing Director PT Cardig Air Services, Prinsipal di Quvat Management Pte. Ltd., dan Vice President di Baring Private Equity Asia. 

Setelah malang melintang di perusahaan asing, Rachmat bergabung dengan perusahaan milik Aksa Mahmud, Bosowa Group. Pada Juni 2014, dia ditunjuk menjadi Chief Financial Officer PT Bosowa Corporindo hingga 2018. 

Pada periode tersebut Rachmat juga merangkap menjadi Managing Director PT Semen Bosowa Maros dan Komisaris Bank Bukopin. Selanjutnya pada Mei 2018, dia dipercaya menjadi direktur Bank Bukopin yang saham mayoritasnya dimiliki Bosowa Group. 

Hingga akhirnya pada Desember 2019, dia resmi ditunjuk sebagai CEO baru Bukalapak, menggantikan sang pendiri, Achmad Zaky. Sejak itu, dia bergabung bersama Bukalapak hingga kini. 

Berita Terkait