Waduh, Kerugian Banjir Jakarta Diprediksi Naik 400% pada 2050

JAKARTA – Kerugian akibat banjir di Jakarta dan sekitarnya pada awal tahun ini diperkirakan sebanyak senilai lebih Rp10 triliun. Angka ini naik sekitar Rp2,5 triliun jika dibandingkan dengan kerugian banjir pada 2013 yang diperkirakan mencapai Rp7,5 triliun.

Besarnya angka kerugian masih diprediksi akan terus bertambah seiring dengan potensi semakin besarnya banjir pada tahun-tahun mendatang. Sebuah riset yang dilakukan oleh Nurul Fajar Januriyadi, dosen Teknil Sipil di Universitas Pertamina, risiko banjir di Jakarta akan naik sebesar 322% hingga 402% pada 2050. Dengan perkiraan ini kerugian banjir Jakarta pada tahun 2050 mendatang bisa mencapai lebih dari Rp40 triliun.

“Dalam menghitung risiko banjir terkait perubahan iklim, kami mengumpulkan data yang dihasilkan oleh beberapa institusi penelitian iklim di dunia, seperti Institut Pierre-Simon Laplace di Prancis dan Max Planck Institute for Meteorology di Jerman. Data tersebut dapat mengetahui potensi perubahan hujan ekstrem pada masa depan. Dari data berbagai institusi tersebut, kami menyusun 8 global climate model, yang menunjukkan bahwa nilai rata-rata curah hujan periode ulang pada 2050 mengalami peningkatan yang bervariasi dari 12% hingga 25%,” katanya dikutip dari The Conversation (14/01).

Tidak hanya di Jakarta, potensi ini juga menjadi ancaman banyak kota di dunia, salah satu faktor utamanya adalah perubahan iklim akibat pemanasan global. Ditambah lagi dengan pembangunan yang tidak berkelanjutan terbukti berkontribusi terhadap masifnya dampak banjir di Jakarta.

Penelitian Hasanudiin Z. Abidin dari Institut Teknologi Bandung mengatakan turunnya permukaan tanah di Jakarta bervariasi antara 4,2 sampai 12,3 sentimeter per tahun. Jika kecepatan penurunan muka tanah ini stabil hingga 2050, maka risiko banjir di Jakarta meningkat hingga 95%.

Tidak ingin kecolongan seperti Jakarta, Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan telah melakukan sejumlah perispaan sebelum memasuki musim penghujan.

“Sebetulnya kalau kita sudah siap, persiapan kita lebih bagus dari tahun lalu,” kata Risma

Persiapan yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya antara lain, melakukan pengerukan secara berkala di banyak saluran air, mengecek kesediaan dan kesiapan pompa air, serta membangun tanggul sisi barat untuk mencegah terjadinya banjir rob.

Tags:
banjirbanjir jakarta 2020banjir robHeadlinejakartapemanasan globalperubahan iklimSurabayatanggul
Ananda Astri Dianka

Ananda Astri Dianka

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: