Waduh! 18 TV Channel Ini Dikabarkan Bakal Berhenti Tayang di Indonesia Mulai Oktober 2021

09 Agustus 2021 10:30 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Rizky C. Septania

logo century fox dan mickey mouse dari Disney (logo century fox dan mickey mouse dari Disney)

JAKARTA - Sejumlah channel yang berada di bawah Disney dikabarkan bakal berhenti tayang di Indonesia.  Pada 1 Oktober 2021 mendatang, ada setidaknya18  channel yang tak lagi beroperasi di saluran digital tanah air. 

Penghentian operasional 18 channel ini di tanah air dilakukan  menyusul rencana Disney untuk menutup seluruh saluran tersebut di Asia Tenggara dan Hong Kong.

beberapa saluran yang ditutup bahkan terhitung baru bergabung dengan Disney. Semisal 21st Century Fox yang berusia belum genap 3 tahun.

Melansir dari Variety, Senin (9/8/2021), berikut daftar 18 saluran yang akan ditutup tersebut.

1. Fox

2. Fox Crime

3. Fox Life

4. FX

5. Channel V

6. Fox Action Movies

7. Fox Family Movies

8. Fox Movies

9. Star Movies China

10. Fox Sports

11. Fox Sports 2

12. Fox Sports 3

13. Star Sports 1

14. Star Sports 2

15. Disney Channel

16. Disney Junior

17. Nat Geo People

18. SCM Legend.

Sementara hanya empat saluran milik Disney yang akan bertahan dari penghapusan tersebut, yakni Star Chinese Channel, Star Chinese Movies, National Geographic Channel, dan Nat Geo Wild.

Perusahaan menegaskan, langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya global The Walt Disney Company untuk ingin fokus mengembangkan layanan streaming.

“Upaya ini akan membantu kami menyelaraskan sumber daya kami secara lebih efisien dan efektif dengan kebutuhan bisnis saat ini dan masa depan,” kata Disney, dalam sebuah pernyataannya.

Layanan streaming milim Disney, yakni Disney Plus belum sepenuhnya hadir di negara-negara Asia Tenggara dan Hong Kong. Tapi sejak September tahun lalu Disney Plus Hotstar sudah beroperasi di di Indonesia,. Disusul Singapura pada Februari tahun ini.

Disney Plus tersedia di 59 pasar di seluruh dunia dan telah melampaui total 100 juta pelanggan berbayar. Perusahaan menyasar lebih banyak pasar, tetapi ada indikasi hanya Hong Kong yang akan mendapat jatah di tahun ini.

Sementara di Malaysia yang sudah direncanakan hadir awal tahun ini, terpaksa harus dihentikan sementara.

“Disney akan terus memiliki bisnis media dan hiburan yang kuat di Asia Tenggara dan Hong Kong yang mencakup bisnis direct-to-consumer, studio entertainment, produk konsumen, game dan bisnis penerbitan, melayani konsumen dan mitra di kawasan ini,” kata juru bicara perusahaan.

Tulisan ini telah tayang di kabarsiger.com oleh Yunike Purnama pada 09 Aug 2021 

Berita Terkait