Wadirut BNI Anggoro Eko Belum Lulus Fit & Proper Test OJK

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) disebut-sebut belum menyetujui Anggoro Eko Cahyo sebagai Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI. Anggoro dinilai belum memenuhi persyaratan untuk menjabati posisi itu di bank pelat merah tersebut.

Menurut sumber di pemerintahan, sebelum menduduki jabatan itu, setiap calon pejabat bank harus menjalani proses uji kepatuhan dan kepatutan atau fit and proper test.

“Yang bersangkutan belum lolos fit and proper OJK,” kata sumber tersebut yang enggan disebutkan namanya.

Trenasia.com pun mencoba mengonfirmasikabar tersebut kepada Anggoro. Namun yang bersangkutan belum merespons pertanyaan yang disampaikan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana juga melakukan hal senada.

Pun setali tiga uang dengan Menteri BUMN Erick Thohir selaku perwakilan pemerintah, sebagai pemegang saham pengendali BNI. Tak terkecuali, Wakil Menteri BUMN I Kartika Wirjoatmodjo, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga, yang juga belum merespons pertanyaan yang dilayangkan melalui pesan singkat.

Apalagi ada kabar lain menyebutkan, kendati tidak lolos dalam uji kepatuhan dan kepatutan OJK tersebut, pejabat di kementrian BUMN diduga masih tetap ingin mempertahankan posisi Anggoro sebagai Wadirut BNI.

Sebagai informasi, Anggoro terpilih sebagai Wadirut BNI pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BNI yang berlangsung 20 Februari 2020. Anggoro naik jabatan dari posisi sebelumnya Direktur Bisnis Konsumer BNI menggantikan Herry Sidharta yang juga naik jabatan menjadi Dirut BNI.

Anggoro sendiri merupakan ‘putra asli’ BNI. Dia sudah bergabung dalam jajaran direksi BNI sejak 17 Maret 2015 bersamaan dengan paket Ahmad Baiquni sebagai Dirut.

Sebelum menjabat sebagai direksi, Pria lulusan Teknik dan Manajemen Industri dari Institut Teknologi Indonesia dan gelar Sarjana (S2) Jurusan Agribisnis dari Institut Pertanian Bogor, pernah mengisi posisi sebagai Pemimpin Kantor Wilayah Jakarta Kota BNI (2010-2011), Pemimpin Wilayah Jakarta BSD BNI (Mei-Agustus 2011), Pemimpin Divisi Jaringan dan Layanan BNI (2011–2012) dan Pemimpin Divisi Human Capital BNI (2012–2015).

Selain di BNI, Anggoro juga tercatat sebagai Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). (TIM)

Berikut susunan direksi dan komisaris BNI per 20 Februari 2020:

Komisaris
Komisaris Utama/Komisaris Independen: Agus Derwaman Wintarto Martowardojo
Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen: Pradjoto
Komisaris Independen: Sigit Widyawan
Komisaris Independen: Asmawi Syam
Komisaris Independen: Septian Hario Seto
Komisaris Independen: Imam Sugema
Komisaris : Joni Swastanto
Komisaris : Askolani
Komisaris : Ratih Nurdiati
Komisaris : Susyanto

Direksi
Direktur Utama: Herry Sidharta
Wakil Direktur Utama: Anggoro Eko Cahyo
Direktur Bisnis Konsumer: Corina Leyla Karnalies
Direktur Keuangan: Sigit Prastowo
Direktur Manajemen Risiko: Osbal Saragi Rumahorbo
Direktur Teknologi Informasi dan Operasi: Y.B. Harianto
Direktur Human Capital dan Kepatuhan: Bob Tyasika Ananta
Direktur Hubunga Kelembagaan: Sis Apik Wijayanto
Direktur Bisnis Korporasi: Benny Yoslim
Direktur Layanan dan Jaringan: Adi Sulityowati
Direktur Bisnis UMKM: Tambok Parulian Setyawati
Direktur Tresuri dan Internasional: Putrama Wahju Setyawan

Tags:
anggoro ekoBank BNIBBNIBUMNErick Thohirfit and properojkperbankanPT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Issa Almawadi

Issa Almawadi

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: