Wabah Melanda Jelang Hari Raya Kurban, Sapi Sakit Para Peternak Menjerit

14 Mei 2022 00:30 WIB

Penulis: Panji Asmoro

Editor: Panji Asmoro

Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kita Tangerang tengah memeriksa sejumlah sapi di Peternakan Mandalawangi, Kelurahan Gembor Kecamatan Periuk Kota Tangerang. Selain pemeriksaan DKP juga memberikan Obat dan Himbauan kepada peternak. Jumat 13 Mei 2022. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak terus meluas. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo telah menetapkan dua kabupaten di Aceh dan empat kabupaten di Jawa Timur sebagai daerah wabah PMK. Kasus ini kembali muncul setelah Indonesia dinyatakan bebas PMK lebih dari tiga dekade lalu. Kasus pertama kali ditemukan di Gresik, Jawa Timur pada 28 April 2022, dan telah mengalami peningkatan kasus rata-rata dua kali lipat setiap harinya.

PMK atau dikenal sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) dan Apthtae Epizooticae adalah penyakit hewan menular berisfat akut yang disebabkan oleh virus.Dalam literatur yang dipublikasikan situs-situs pemerintah daerah, penyakit ini berasal dari virus tipe A dari keluarga Picornaviridae, genus Apthovirus. Masa inkubasinya antara 2 - 14 hari.Penyakit ini rentan menulari hewan ternak seperti sapi, kerbau, unta, gajah, rusa, kambing, domba dan babi.

Sedihnya kasus ini meningkat saat menjelang Hari Raya Idul Adha 9 Juli 2022 mendatang. Semestinya perayaan hari besar umat Islam ini menjadi momentum para peternak meraup untung. Namun yang terjadi saat ini mereka harus menutup mimpinya. Kerugian sudah nampak didepan mata, puluhan sapi bahkan kambing juga tertular dan harus dimusnahkan untuk mencegah penularan lebih luas. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

Berita Terkait