Volkswagen Bayar Kompensasi Rp88 Miliar Untuk Penganiayaan Diktator Brasil di Masa Lalu

24 September 2020 08:41 WIB

Penulis: Amirudin Zuhri

foto: politico.com

SAO PAOLO-Volkswagen produsen kendaraan asal Jerman, akan membayar sekitar 5,1 juta euro atau sekitar Rp 88 miliar (kurs Rp17.300) sebagai kompensasi dan sumbangan untuk menebus penganiayaan terhadap mantan karyawan selama kediktatoran militer Brasil 1964-1985.

Komisi yang ditunjuk pemerintah untuk menyelidiki pelanggaran selama kediktatoran Brasil, dan mereka menemukan bukti bahwa perusahaan termasuk Volkswagen secara diam-diam membantu militer mengidentifikasi tersangka “subversif” dan aktivis serikat pekerja di daftar gaji mereka.

Investigasi Reuters pada tahun 2014 menunjukkan banyak pekerja kemudian dipecat, ditahan atau dilecehkan oleh pihak kepolisian setempat, dan mereka tidak dapat menemukan pekerjaan baru selama bertahun-tahun setelahnya.

Volkswagen mengatakan, pihaknya menandatangani perjanjian penyelesaian pada Rabu 23 September 2020 waktu setempat dengan jaksa negara bagian dan federal Brasil di Sao Paulo, yang mencakup pembayaran sekitar 16,8 juta reais kepada asosiasi mantan karyawan dan tanggungan mereka yang masih hidup.

Sedangkan untuk sisa uangnya akan disumbangkan untuk berbagai upaya terkait hak asasi manusia. Jaksa penuntut Brasil mengatakan, dalam sebuah pernyataan bahwa kesepakatan itu akan menyelesaikan tiga penyelidikan yang diluncurkan sejak 2015.

“Penting untuk menangani secara bertanggung jawab bab negatif dalam sejarah Brasil ini dan mempromosikan transparansi,” kata anggota dewan VW Hiltrud Werner dalam pernyataan berbahasa Portugis dari perusahaan tersebut yang dikutip dari Reuters, Kamis.

Sejarawan Christopher Kopper dari Universitas Bielefeld, yang ditugaskan oleh Volkswagen untuk menyelidiki kasus ini mengatakan, bahwa penyelesaian itu akan masuk dalam peristiwa yang bersejarah.

“Ini akan menjadi pertama kalinya sebuah perusahaan Jerman menerima tanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia terhadap pekerjanya sendiri atas peristiwa yang terjadi setelah berakhirnya Sosialisme Nasional,” katanya kepada NDR, SWR dan SZ.

Volkswagen dalam pernyataan yang dikutip Reuters Kamis 24 September 2020 mengatakan, sementara penyelidikan Kopper menemukan kerja sama antara agen keamanan Brasil dan rezim militer, tidak ada bukti jelas bahwa kerja sama dilembagakan di perusahaan tersebut.

Berita Terkait