Virus Corona Baru Ditemukan di Malaysia, Menular dari Anjing ke Manusia

24 Mei 2021 09:34 WIB

Penulis: Justina Nur Landhiani

ilustrasi Virus Corona baru ditemukan di Malaysia, diketahui bisa menular dari anjing ke manusia.

JAKARTA – Pandemi COVID-19 telah melanda berbagai wilayah di dunia sejak 2020. Namun kini, para ilmuwan telah mendeteksi virus Corona baru pada sampel yang diisolasi dari pasien pneumonia di Malaysia pada 2018. Dikutip dari The Independent, mereka masih belum dapat memastikan apakah virus tersebut dapat menyebabkan penyakit dan bisa menyebar dari satu manusia ke manusia lain.

Menurut pendapat para ilmuwan yang berasa dari Fakultas Kedokteran Universitas Duke di AS, virus yang bernama CCoV-HuPn-2018 ini melompat dari hewan ke pasien, dan kemungkinan besar berasal dari anjing.

Temuan tersebut dipublikasikan pada Kamis di jurnal Clinical Infectious Diseases, yang menyoroti ancaman kesehatan masyarakat dari penularan virus Corona hewan.

Sampel penelitian tersebut diambil dari pasien yang dirawat di rumah sakit karena penyakit pneumonia selama tahun 2017 hingga 2018 di Sarawak, Malaysia, yang sebagian besar adalah anak-anak yang tinggal di daerah pedesaan dengan sering terpapar hewan peliharaan dan satwa liar

“Mirip dengan virus korona sindrom pernafasan akut parah (SARS), virus baru ini memiliki beberapa fitur genetik unik yang menunjukkan penularan zoonosis yang terjadi baru-baru ini,” tulis para ilmuwan dalam penelitian tersebut.

“Jika dikonfirmasi sebagai patogen, itu mungkin mewakili virus korona unik kedelapan yang diketahui menyebabkan penyakit pada manusia,” tulis para ilmuwan dalam penelitian tersebut.

Sementara itu, para ilmuwan belum menentukan inang hewan yang tepat dari mana virus corona baru melompat ke pasien. Tetapi, berdasarkan analisis genom mereka dari sampel, para peneliti menduga virus tersebut kemungkinan besar melompat dari anjing, atau melalui inang kucing perantara.

Tetapi, virus terbaru diisolasi hanya dari delapan saluran udara pasien, dan tidak menyebabkan penyakit apa pun di dalamnya.

Sementara virus saat ini tidak menimbulkan risiko pandemi, para peneliti menyerukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki prevalensi dan potensi penyebab penyakit dari virus Corona anjing.

Berita Terkait