Varian Omicron Terdeteksi di Indonesia, BI Taksir Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2021 Lampaui 4,5 Persen

16 Desember 2021 15:30 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Vega Aulia

Perry Warjiyo dalam konferensi video pada Selasa, 24 Maret 2020 yang disiarkan melalui kanal YouTube Bank Indonesia (2)

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional bisa melewati 4,5% pada triwulan IV-2021. Prakiraan ini diumumkan bertepatan dengan terkonfirmasinya varian Omicron pertama di Indonesia.

Meski begitu, Gubernur BI Perry Warjiyo tetap mempertahankan taksiran pertumbuhan ekonomi 2021 berada dalam kisaran 3,2-4,0%.

Pasca langkah-langkah yang ditempuh pemerintah terhadap varian Delta COVID-19, mobilitas masyarakat perlahan meningkat, dan tetap dengan kewaspadaan dan protokol kesehatan yang ketat. 

Perry mengatakan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, tentu saja ekonomi Indonesia semakin membaik, khususnya pada triwulan terakhir tahun ini. 

“Pertumbuhan ekonomi pada triwulan 4 ini tentu saja akan juga terus membaik. Kami perkirakan bisa di atas 4,5% di triwulan 4,” ujar Perry dalam konferensi pers virtual hasil Rapat Dewan Gubernur BI pada Kamis, 16 Desember 2021.  

Perry mengatakan BI terus memantau indikator perbaikan ini, termasuk aktivitas masyarakat di penghujung tahun dalam rangka Natal dan Tahun Baru, dan ekspansi fiskal yang biasanya meningkat pesat di akhir tahun.

Pertumbuhan ekonomi diprakirakan membaik pada triwulan IV 2021 sejalan dengan meningkatnya mobilitas pasca langkah-langkah penanganan yang ditempuh pemerintah dalam pengendalian COVID-19 varian Delta. 

Kinerja konsumsi swasta, investasi, serta konsumsi pemerintah diprakirakan juga terus meningkat, di tengah tetap terjaganya kinerja ekspor. 

Pertumbuhan ekonomi juga didukung oleh kinerja Lapangan Usaha utama, antara lain Industri Pengolahan, Perdagangan, dan Pertambangan yang diprakirakan tetap baik. 

Sejumlah indikator hingga Desember 2021 menunjukkan proses pemulihan yang berlanjut, seperti peningkatan mobilitas masyarakat di berbagai daerah, kenaikan penjualan eceran, penguatan keyakinan konsumen, serta ekspansi PMI Manufaktur. 

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2021 berada dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia yaitu 3,2-4,0%. Pada 2022, perbaikan ekonomi terutama didukung konsumsi swasta yang meningkat, dan kinerja ekspor serta belanja fiskal pemerintah yang tetap terjaga. 

Hal tersebut sejalan dengan mobilitas yang terus meningkat, pembukaan ekonomi yang semakin luas, serta stimulus kebijakan yang berlanjut. Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia memprakirakan ekonomi domestik 2022 tumbuh lebih tinggi menjadi 4,7-5,5%.

Varian Omicron di Indonesia

Meski sudah ditemukan kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia, Perry menyiratkan BI tetap optimistis pemerintah Indonesia bisa menjaga kasus COVID-19 tetap rendah dan terjaga. 

“Tentu saja kita meyakini dan mengapresiasi bagaimana pemerintah di bawah Presiden, Pak Luhut, Menkes dan seluruh petugas, yang kami sangat apresiasi. [Kami] sangat terima kasih atas langkah-langkah yang ditempuh untuk memastikan penanganan COVID-19 yang akan terus dilakukan,” ujarnya.

Menurut Perry, tentu saja seluruh dunia termasuk Indonesia, memantau baik dan seksama terkait perkembangan varian Omicron. 

“Mari kita menaruh keyakinan kepada Presiden, Satgas, tenaga-tenaga medis, semuanya. Untuk itu pada kesempatan ini mari kita semua dukung langkah-langkah bersama agar varian Omicron ini dapat dikendalikan,” ujarnya. 

Pada hari ini, Kamis, 16 Desember 2021, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengungkapkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mendeteksi COVID-19 varian Omicron di Tanah Air.

"Kemenkes tadi malam mendeteksi ada seorang pasien N terkonfirmasi Omicron pada tanggal 15 Desember," kata Budi dalam jumpa pers.

Data pelacakan yang ditemukan Kemenkes juga sudah terkonfirmasi oleh GISAID. Pihak GISAID kemudian juga telah mengonfirmasi data sequencing benar adalah Omicron.

Berita Terkait