Valbury Sekuritas: IHSG Potensi Menguat, 6 Saham Ini Layak jadi Pertimbangan

25 November 2021 10:30 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Vega Aulia

Karyawan beraktivitas dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 29 September 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - Valbury Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali menguat pada perdagangan Kamis, 25 November 2021, meski sentimen beragam, baik dari dalam maupun luar negeri.

Secara mayor trend, IHSG menunjukkan pola naik. Sebaliknya, minor trend mengalami pola yang menurun. Dari sisi teknikal, IHSG saat ini memiliki support level di rentang 6.668, 6.653, dan 6.638 serta resistance level pada kisaran 6.698, 6.714, hingga 6.729.

Sentimen pasar dari dalam negeri di antaranya terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia (APBN) yang difokuskan untuk mencapai komitmen pembangunan jangka menengah panjang yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Program SDGs sejalan dengan harapan dan cita-cita Indonesia pada 2045 untuk menjadi sebuah negara yang masuk dalam lima ekonomi terbesar di dunia dengan pondasi sumber daya manusia, institusi, dan infrastrukturnya yang makin baik.

Pemerintah juga melakukan berbagai inovasi di dalam mengembangkan instrumen-instrumen untuk mendanai program-program SDGs, seperti menerbitkan instrumen Green Sukuk atau SDG Bonds.

Di sisi lain, pemerintah kembali melakukan tax amnesty jilid II atau Program Pengungkapan Sukarela (PPS). Pada jilid II ini, wajib pajak yang tengah terkena kasus pidana pajak atau pengemplang pajak masih bisa mengikuti program tax amnesty jilid II tahun depan.

Ditjen Pajak memastikan wajib pajak yang terkena kasus pidana atau pengemplang pajak boleh ikut tax amnesty jilid II. Namun, para wajib pajak tersebut harus menyelesaikan pemeriksaan terlebih dahulu.

Sementara, sentimen global dipengaruhi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang menunjuk Jerome Powell untuk kembali memimpin the Federal Reserve (The Fed) dan melawan rekor lonjakan inflasi AS.

"Sedangkan Lael Brainard akan menjabat sebagai wakil ketua. Pencalonan itu, diperkirakan akan mendapat konfirmasi dari Senat," tulis riset yang diterima Kamis, 25 November 2021.

Biden mengapresiasi Powell karena mampu membantu memacu pemulihan ekonomi yang lebih cepat dari perkiraan setelah keruntuhan ekonomi tahun lalu. Ia menunjukkan kemajuan yang dicapai untuk memulihkan lebih dari 20 juta pekerjaan yang terpukul dampak COVID-19.

Rekomendasi Saham

TLKM: Trading Buy
• Close 3800, TP 3850
• Boleh buy di level 3780-3800
• Resistance di 3850 & support di 3780
• Waspadai jika tembus di 3780
• Batasi resiko di 3740

PTBA: Trading Buy
• Close 2660, TP 2720
• Boleh buy di level  2640-2660
• Resistance di 2720 & support di 2640
• Waspadai jika tembus di 2640
• Batasi resiko di 2590

ANTM: Trading Buy
• Close 2440, TP 2470
• Boleh buy di level  2400-2440
• Resistance di 2470 & support di 2400
• Waspadai jika tembus di 2400
• Batasi resiko di 2370

TINS:  Trading Buy
• Close 1660, TP 1690
• Boleh buy di level  1630-1660
• Resistance di 1690 & support di 1630
• Waspadai jika tembus di 1630
• Batasi resiko di 1600

GGRM:  Trading Buy
• Close 33750, TP 34100
• Boleh buy di level  33450-33750
• Resistance di 34100 & support di 33450
• Waspadai jika tembus di 33450
• Batasi resiko di 33200

AKRA:  Trading Buy
• Close 4300, TP 4420
• Boleh buy di level  4240-4300
• Resistance di 4420 & support di 4240
• Waspadai jika tembus di 4240
• Batasi resiko di 4170

Berita Terkait