Valbury Sekuritas: IHSG Mixed, 6 Saham jadi Rekomendasi

15 Desember 2021 09:45 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Vega Aulia

Karyawan beraktivitas dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 29 September 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mixed dengan peluang menguat terbatas pada perdagangan hari ini, Rabu, 15 Desember 2021, di tengah bauran berbagai katalis positif dari internal maupun eksternal bagi pasar modal Indonesia.

Secara teknikal, Valbury Sekuritas Indonesia menyatakan bahwa IHSG memiliki support level pada kisaran 6.586, 6.556, dan 6.513. Sementara itu, resistance levelnya berada pada kisaran 6.658, 6.701, hingga 6.731.

Sentimen pasar dari dalam negeri di antaranya Bank Indonesia (BI) yang mencatat posisi utang luar negeri atau ULN Indonesia menurun dari September 2021 yang sebesar US$423,8 miliar menjadi US$422,3 miliar pada akhir Oktober 2021.

Secara tahunan, posisi ULN Oktober 2021 tumbuh 2,2% year-on-year (yoy) jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ULN September 2021 yang sebesar 3,8% yoy.

"Perkembangan tersebut disebabkan oleh penurunan posisi ULN pemerintah dan sektor swasta," tulis riset yang diterima Rabu, 15 Desember 2021.

Sementara itu, Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (HPP) yang turut mengatur kenaikan pajak penghasilan orang Pribadi atau PPh OP dinilai sudah memenuhi unsur keadilan sosial. Melalui beleid itu, setiap orang yang memiliki penghasilan di atas Rp5 miliar, akan dikenakan pajak 35%.

Lapisan penghasilan pertama, jika wajib pajak tersebut memiliki penghasilan Rp60 juta maka pajak yang harus dibayarkan sebesar 5%. Lapisan penghasilan kedua, jika wajib pajak memiliki penghasilan Rp60 juta - Rp250 juta, pajak yang harus dibayarkan sebesar 15%.

"Selanjutnya lapisan penghasilan ketiga di atas Rp250 juta sampai Rp500 juta terkena pajak 25 persen," tambahnya.

Sementara itu, varian Omicron tengah membuat banyak negara di dunia merasa was-was. Di Inggris, setidaknya sudah ada satu pasien COVID-19 varian Omicron yang meninggal dunia.

Di sisi lain, China telah mengumumkan kasus pertama varian Omicron. Varian ini terdeteksi di kota utara Tianjin dari orang yang baru kembali dari luar negeri.

Rekomendasi Saham

BMRI: Trading Buy
• Close 7175, TP 7400
• Boleh buy di level 7100-7175
• Resistance di 7400 & support di 7100
• Waspadai jika tembus di 7100
• Batasi resiko di 6950

BBNI: Trading Buy
• Close 6875, TP 7000
• Boleh buy di level 6750-6875
• Resistance di 7000 & support di 6750
• Waspadai jika tembus di 6750
• Batasi resiko di 6650

PTBA: Trading Buy
• Close 2730, TP 2780
• Boleh buy di level 2670-2730
• Resistance di 2780 & support di 2670
• Waspadai jika tembus di 2670
• Batasi resiko di 2630

EXCL: Trading Buy
• Close 3190, TP 3220
• Boleh buy di level 3150-3190
• Resistance di 3220 & support di 3150
• Waspadai jika tembus di 3150
• Batasi resiko di 3110

INTP: Trading Buy
• Close 11925, TP 12075
• Boleh buy di level 11775-11925
• Resistance di 12075 & support di 11775
• Waspadai jika tembus di 11775
• Batasi resiko di 11650

ACES: Trading Buy
• Close 1305, TP 1330
• Boleh buy di level 1280-1305
• Resistance di 1330 & support di 1280
• Waspadai jika tembus di 1280
• Batasi resiko di 1255

Berita Terkait