Vaksinasi Tembus 100 Juta, World Bank Ajak Dunia Belajar dari Indonesia

20 September 2021 20:03 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Amirudin Zuhri

Warga mengikuti vaksinasi yang di gelar oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Pasar Ikan Modern, Muara Baru, Jakarta Utara, Kamis, 2 September 2021. (Ismail Pohan/TrenAsia)

JAKARTA – Bank Dunia mengapresiasi kerja keras Indonesia dalam melakukan vaksinasi COVID-19. Dengan populasi 270 juta orang dan geografis yang menantang, WHO memandang bahwa dunia perlu belajar dari kerja keras Indonesia.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada 17 September lalu, Bank Dunia menyebut bahwa Indonesia layak mendapat pengakuan global atas keberhasilannya melalukan vaksinasi.

Adapun pada akhir bulan Agustus lalu, Indonesia memberikan dosis vaksin COVID-19 yang ke-100 juta dan kini sudah mencapai sekitar 123 juta dosis diberikan, dengan 44,7 juta dosis lengkap dan 78 juta dosis pertama.

"Indonesia kini menjadi salah satu dari hanya tujuh negara yang telah mencapai prestasi tersebut. Pemerintah Indonesia layak mendapat pengakuan," tulis pejabat Bank Dunia, Satu Kahkonen dan Aparnaa Somanathan.

Bank Dunia mengatakan bahwa salah satu keberhasilan Indonesia adalah kemampuan mengoordinasikan sumber daya kesehatan di seluruh negeri dan telah mengalokasikan US$14,9 miliar setara Rp212,32 triliun untuk respons sektor kesehatannya sejauh ini.

Indonesia juga menjadi salah satu negara pertama di dunia yang mengumumkan vaksinasi COVID-19 gratis untuk penduduk dewasanya. 

Program vaksinasi di Indonesia baru-baru ini diperluas untuk mencakup kelompok usia 12-17 tahun dan saat ini memberikan lebih dari 1,2 juta dosis per hari, hampir meningkat 10 kali lipat sejak pertengahan Mei 2021.

Meskipun masih jauh, pemerintah sedang ambisius dan mendorong vaksinasi di seluruh negeri pada kuartal pertama tahun depan.

Satu Kahkonen dan Aparnaa Somanathan dalam ulasan mereka mengatakan ada beberapa hal yang menjadi pelajaran berarti dari kebijakan pemerintah Indonesia.

Pertama, tindakan tepat waktu dan tegas. Indonesia menyadari pentingnya vaksinasi tepat waktu untuk mengurangi dampak pandemi dan bekerja cepat untuk mendapatkan vaksin yang cukup bagi penduduknya segera setelah tersedia.

Sementara kekurangan vaksin global telah menjadi masalah utama bagi negara-negara lain, Indonesia telah mampu mengamankan pasokan yang stabil dan secara signifikan meningkatkan program vaksinasinya.

Kedua, pembiayaan yang adaptif, memadai, dan fleksibel. Indonesia mengkoordinasikan sumber daya untuk memerangi pandemi itu mahal, kompleks, dan dinamis, karena prioritas terus berubah.

Komitmen Sektor Kesehatan

Pemerintah Indonesia telah membuat komitmen yang signifikan untuk sektor kesehatan, untuk pemulihan ekonomi, dan terhadap mitigasi dampak sosial, yang berjumlah lebih dari US$50 miliar sejauh ini. 

"Komitmen ini telah diperoleh dari anggaran pemerintah melalui prioritas ulang, dan juga dengan memobilisasi sumber daya eksternal," ungkap kedua pejabat Bank Dunia.

Lembaga keuangan dunia ini menyebut bahwa Bank Dunia adalah lembaga pertama yang menawarkan pembiayaan darurat untuk respons COVID-19 di Indonesia pada awal Maret 2020.

Atas permintaan pemerintah, pembiayaan disalurkan melalui program inovatif untuk Operasi Hasil; mungkin pertama kali ini digunakan dalam keadaan darurat di mana pun di dunia.

Model pembiayaan ini telah menawarkan fleksibilitas yang lebih besar dalam cara mencapai hasil, sambil memastikan pengeluaran diprioritaskan dan akuntabel dengan tepat.

Menurut Bank Dunia, pendekatan ini telah memberikan hasil yang tepat sasaran untuk sistem kesehatan Indonesia, khususnya kemampuan kesiapsiagaan darurat rumah sakitnya, dan pelaksanaan program vaksinasinya.

Kendati demikian, Bank Dunia mengatakan bahwa penting juga untuk menyadari bahwa menjangkau populasi yang tersisa mungkin merupakan tantangan terbesar.

Misalnya, ada daerah terpencil di negara yang tingkat vaksinasinya lebih rendah, dan informasi yang salah serta keraguan masih menghalangi orang untuk divaksinasi.

"Bank Dunia juga terus mendukung tanggap darurat COVID-19 di Indonesia melalui berbagai cara, termasuk meningkatkan bantuan sosial dan memperkuat ketahanan sektor keuangan," papar pejabat Bank Dunia.

Bank Dunia menyadari bahwa ada kekuatan yang luar biasa dari kemitraan yang dilakukan pemerintah Indonesia menangani wabah.

"Satu hal yang kami soroti adalah kekuatan kemitraan; orang-orang yang bekerja sama untuk tujuan bersama. 100 juta dosis adalah tonggak penting dan tidak dapat dicapai tanpa kerja keras yang luar biasa oleh tim dan komunitas di seluruh Indonesia," ungkap Bank Dunia.*

Berita Terkait