Vaksinasi Gotong Royong Dimulai, Jokowi Targetkan 70 Juta Orang Sudah Disuntik Vaksin COVID-19 Agustus 2021

18 Mei 2021 14:49 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Petugas nakes menyuntikkan dosis vaksin kepada driver Go Ride pada vaksinasasi untuk mitra driver Gojek di Kemayoran, Jakarta, Kamis, 29 April 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Program vaksinasi gotong royong yang diinisiasi kalangan pengusaha resmi dimulai pada Selasa, 18 Mei 2021.  Presiden Joko Widodo menargetkan 70 juta penerima vaksin COVID-19 pada Agustus hingga September 2021.

“Agustus atau September sudah mencapai jumlah 70 juta vaksin. Apalagi dengan vaksinasi gotong royong ini, kita harapkan bisa mempercepat target dan membuat kurva penyebaran virus COVID-19 turun,” kata Jokowi saat meninjau vaksinasi gotong royong untuk pekerja di Bekasi, Selasa 18 Mei 2021.

Jokowi menyebut telah mengamankan setidaknya 420.000 dosis vaksin COVID-19 untuk disuntikkan ke kalangan pekerja pada tahap awal ini. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun mengatakan sudah ada 22.736 perusahaan yang mendaftarkan pekerjanya untuk menerima vaksin COVID-19.

“Saya mengunjungi Unilever dan 18 perusahaan telah memulai vaksinasi gotong royong. Jadi perusahaan-perusahaan memberikan vaksinnya kepada manajemen, karyawan, pekerjanya secara gratis,” ucap Jokowi.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi merinci sudah ada 10 juta pekerja yang didaftarkan perusahaan untuk menerima vaksin COVID-19.

Sebanyak 10 juta pekerja tersebut, kata Luthfi, bakal menerima vaksin COVID-19 secara bertahap. Pasalnya, proses pengiriman vaksin Sinophram dan CanSino dari China masih bakal berdatangan secara berkala mulai Mei 2021 ini.

“Upaya ini bergotong royong bersama semua pengusaha untuk memberikan vaksin COVID-19 kepada karyawan untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini,” kata Luthfi dalam kesempatan yang sama.

Pada tahap awal ini, pemerintah menggunakan vaksin Sinopharm dalam vaksinasi gotong royong. Vaksin asal China ini telah memenuhi prasyarat berupa penerbitan emergency uses authorization dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan emergency uses listing (EUL) dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

Indonesia diproyeksikan bakal kedatangan 7 juta dosis vaksin Sinopharm hingga Juli 2021. Sementara sisa 7,5 juta dosis vaksin ini bakal didapat Indonesia mulai kuartal III-2021.(RCS)

Berita Terkait