Vaksinasi Gotong Royong Bikin Jokowi Yakin Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen Tercapai

18 Mei 2021 17:21 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Presiden Joko Widodo yang menjadi pihak pertama yang memperoleh vaksin COVID-19/ Sumber: TrenAsia.com

JAKARTA – Presiden Joko Widodo optimis Indonesia bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi 7% pada kuartal II-2021. Dimulainya program vaksinasi gotong royong diyakini Jokowi bakal memacu produksi serta mendongkrak perekonomian Indonesia.

“Dengan kerja keras kita semua, ekonomi Indonesia bisa mencapai target kurang lebih 7%. Bisa kita capai karena produksi di semua lini perusahaan, unit usaha bisa bergerak normal kembali,” ujar Jokowi saat meninjau vaksinasi gotong royong untuk pekerja di Bekasi, Selasa 18 Mei 2021.

Jokowi yakin proteksi ke pekerja berupa vaksin COVID-19 bisa mendongkrak produksi. Mantan Wali Kota Solo ini pun mendorong perusahaan untuk segera mendaftarkan pekerja.

“Kita harapkan kurva penyebaran COVID-19 sudah berada di bawah dan terutama pabrik berproduksi secara normal kembali,” kata Jokowi.

Berbanding lurus dengan pernyataan Jokowi, sejumlah indikator pun memperlihatkan geliat industri mulai pulih kembali. Hal itu tampak dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia yang terus merangkak naik ke posisi 54,5 pada April 2021.

Capaian itu naik signifikan dibandingkan Maret 2021 yang masih berada di posisi 53,2. Selain itu, capaian PMI pada April 2021 memecahkan rekor skor PMI tertinggi Indonesia pada 2011 silam.

Sementara itu, sektor otomotif yang diguyur berbagai insentif oleh pemerintah juga menunjukan geliatnya kembali. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), produksi mobil pada April 2021 mencapai 90.618 unit.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah lebih dulu mengungkapkan optimismenya terhadap target pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021.

Airlangga meninjau target tersebut bisa dicapai berkat realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang terus merangkak naik.

Airlangga menuturkan realisasi PMA telah mencapai 54,6% dan IKK per Maret 2021 untuk kelompok masyarakat pengeluaran di bawah Rp5 juta mencapai 90,1 atau mendekati zona normal 100.

Selain itu, perkembangan ekspor dan impor juga sudah kembali normal termasuk belanja pemerintah yang telah berada di jalur positif. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga sudah mendekati arah positif 0,23%.

Apalagi, kata Airlangga, sebanyak 10 provinsi yang menyumbang 77,71% Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sudah mencatatkan pertumbuhan positif.

“Beberapa daerah ekonomi masih negatif, tapi 10 provinsi besar ini menyumbang 77,71% PDB,” kata Airlangga dalam konferensi pers, Senin 17 Mei 2021. (RCS)

Berita Terkait