Vaksinasi COVID-19 Jadi Kunci Pemulihan Industri Properti

JAKARTA – Distribusi vaksin COVID-19 ke seluruh masyarakat dinilai akan menjadi salah satu kunci pemulihan industri properti tahun 2021.

Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan keberhasilan vaksinasi untuk membangun kekebalan tubuh manusia terhadap virus COVID-19 akan mendorong terjadinya transaksi properti.

“Pemulihan properti tergantung pulihnya ekonomi nasional. Kemudian, efektivitas vaksinasi COVID-19 juga akan membantu pemulihan properti. Kalau vaksinasi berhasil, orang akan bergerak lebih nyaman, aktivitas lebih tinggi sehingga transaksi mudah terjadi,” ujar Ferry dalam Colliers Media Briefing, belum lama ini.

Ferry menjelaskan subsektor properti yang akan bangkit yakni rumah tapak dan kawasan industri. Ferry menjelaskan, berkaca pada 2020, rumah tapak masih menjadi kebutuhan primer bagi konsumen. Kebanyakan pembeli juga merupakan pengguna akhir (end user) yang akan menghuni rumah yang dibelinya.

Menurut Ferry, pemicu pemulihan sektor rumah tapak juga didorong kemudahan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan hingga 3,5%.

“Properti ini salah satu produk yang tetap membutuhkan tatap muka. Jadi walaupun pengembang memakai strategi online marketing, tetap konsumen butuh survei lokasi. Maka kalau sudah pulih dari pandemi, diharapkan pembatasan aktivitas bisa longgar,” kata dia.

Sementara itu, Ferry memprediksi bisnis perhotelan dan apartemen sewa yang sempat terpuruk pada 2020 akan bangkit di semester II-2021.

Ferry menyebut penanganan kasus COVID-19 akan menjadi pertimbangan turis khususnya dari mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia.

Warga berkativitas di perumahan bersubsidi kawasan Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat, 23 Oktober 2020. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia
Vaksinasi COVID-19 Dimulai

Sementara, pemerintah akhirnya memulai program vaksinasi COVID-19 perdana di Istana Merdeka, Jakarta, hari ini, 13 Desember 2021. Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang mendapat vaksin COVID-19 buatan Sinovac.

Penyelenggaraan vaksinasi perdana ini menyusul terbitnya izin darurat penggunaan vaksin produksi Sinovac asal China dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa halal bagi vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi ini.

Bersama Presiden pada sesi pertama vaksinasi, turut serta sejumlah perwakilan dari berbagai latar belakang dalam vaksinasi COVID-19 perdana tersebut.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, target pemerintah pada Januari 2021 adalah mendistribusi 5.800.000 dosis vaksin ke daerah. Pada Februari sebanyak 10.450.000 dosis, dan Maret sebanyak 13.300.000 dosis.

“Bulan-bulan berikutnya nanti saya sampaikan pada waktu yang akan datang,” katanya.

Presiden mengatakan, hingga saat ini, pemerintah telah memesan 329.500.000 dosis vaksin untuk memenuhi kebutuhan vaksin di Tanah Air.

Vaksin-vaksin itu dipesan dari sejumlah perusahaan yang terdiri atas Sinovac sebanyak 125.500.000 dosis, Novavac (50 juta dosis), Covac-Gavi (54 juta dosis), AstraZeneca (50 juta dosis), dan Pfizer (50 juta dosis).

“Artinya, jumlah total yang telah firmed order itu sebanyak 329.500.000 dosis vaksin. Pengaturannya nanti akan dilakukan oleh menteri kesehatan,” kata Jokowi. (SKO)

Tags:
bisnis propertiHeadlineindustri propertiKawasan Industrikprpeluang industri propertipemulihan ekonomipemulihan sektor industriPenjualan propertiPropertirumahsektor propertivaksin COVID-19vaksinasi
Laila Ramdhini

Laila Ramdhini

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: