Vaksin Booster Perkuat Kinerja Saham Kimia Farma (KAEF)

10 Januari 2022 17:00 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

Logo salah satu gerai apotek Kimia Farma, Kamis 19 Agustus 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin penggunaan darurat alias emergency use authorization (EUA) untuk 5 jenis vaksin COVID-19 sebagai vaksin booster.

Kelima vaksin tersebut yakni vaksin Coronavac PT Bio Farma (Persero), Pfizer, AstraZeneca, Moderna, Zifivax. Tak hanya itu, Bio Farma selaku holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Farmasi itu ditunjuk pemerintah sebagai distributor vaksin booster.

Para pelaku pasar melihat hal ini sebagai sentimen positif bagi anak usaha Bio Farma, PT Kimia Farma Tbk (KAEF). Menjelang penutupan sesi kedua, Senin, 10 Januari 2022, saham KAEF melonjak 6,15% ke level harga Rp2.590 per lembar.

Padahal, selama enam bulan terakhir, saham KAEF terlihat lesu dengan dengan koreksi sekitar 22,46%. Hal tersebut disinyalir akibat mulai adanya pemulihan pandemi dengan penurunan jumlah kasus positif COVID-19 akhir-akhir ini.

Secara fundamental, kinerja keuangan perseroan juga tak kalah apik. Hingga kuartal III-2021, KAEF membukukan penjualan bersih sebanyak Rp9,49 triliun, melonjak 34,61% year-on-year (yoy) dari Rp7,05 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan di pasar domestik masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan, yakni sebanyak Rp9,34 triliun, naik dari tahun lalu dengan nilai Rp5,92 triliun. Sedangkan, nilai impor perseroan turun dari Rp158,50 miliar menjadi Rp138,03 miliar per 30 September 2021.

Berdasarkan catatan itu, total laba tahun berjalan perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meroket hingga 711,64% yoy dari hanya Rp37,20 miliar, menjadi Rp301,93 miliar pada akhir September 2021.

Berita Terkait