Utilitas Melandai, Industri Keramik Minta Pelonggaran PPKM

15 September 2021 11:53 WIB

Penulis: Ismail Pohan

Editor: Ismail Pohan

Calon pembeli melihat produk keramik yang dijual di kios kerajinan keramik kawasan Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Rabu, 15 September 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) meminta pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) segera diakhiri setelah tingkat utilisasi industri keramik nasional turun 10 persen pada awal Agustus 2021. Penurunan itu membuat level utilisasi industri keramik berada di level 65 persen dari sebelumnya 75 persen.

Ketua Umum Asaki Edy Suyanto mengatakan bahwa pihaknya berharap ada pelonggaran PPKM agar tidak lagi terjadi penurunan tingkat kapasitas pabrik keramik di dalam negeri. Menurutnya, PPKM khusus Jawa dan Bali seharusnya dapat mulai diberi kelonggaran dengan mempertimbangkan data yang ada.

Edy menyebut, faktor yang membuat utilisasi pabrikan melandai adalah kegiatan penyekatan jalan-jalan oleh petugas, sehingga mengganggu kelancaran mobilitas masyarakat menuju toko-toko bahan bangunan dan toko retail keramik. Alhasil, terganggunya kegiatan usaha di hilir menyebabkan arus kas berjalan tidak lancar. Belum lagi tidak tertampungnya hasil produksi di gudang yang membuat pabrik menurunkan kapasitasnya. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

Berita Terkait