Utang Obligasi 14 BUMN Jatuh Tempo Tahun Ini Capai Rp30,2 Triliun

May 07, 2020, 07:30 PM UTC

Penulis: Sukirno

Gedung Kementerian BUMN. / Facebook @KementerianBUMNRI

Sebanyak 14 perusahaan pelat merah mempunyai utang obligasi jatuh tempo tahun ini hingga Rp30,25 triliun. Jatuh tempo obligasi-obligasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai hari ini, Kamis, 7 Mei 2020, hingga 17 November 2020.

Mengutip data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), salah satu utang obligasi yang jatuh tempo hari ini adalah milik PT Pegadaian (Persero) bernilai Rp1,2 triliun. Namun Kepala Divisi Tresuri Pegadaian, Endah Susiani menegaskan kesiapannya membayar obligasi tersebut.

“Pegadaian sudah menyediakan dana untuk pembayaran pokok obligasi tersebut,” tulis Endah beberapa waktu lalu melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Selain jatuh tempo hari ini, Pegadaian punya utang obligasi Rp1,1 triliun yang akan jatuh tempo pada 9 Juli dan 3 Oktober mendatang.

Senada, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., juga sudah menyiapkan pembayaran utang obligasi jatuh tempo. Vice President Corporate Finance & Investor Relation Telkom Andi Setiawan mengatakan perseroan siap membayar pokok obligasi II Telkom Tahun 2010 seri B yang akan jatuh tempo pada 6 Juli 2020.

“Nilainya sebesar Rp1,99 triliun,” kata dia dalam keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu, 6 Mei 2020.

Adapun PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI menjadi BUMN dengan utang obligasi paling besar yang akan jatuh tempo tahun ini. Totalnya mencapai Rp5,79 triliun.

Sebagian besar utang obligasi jatuh tempo SMI berasal dari Obligasi Berkelanjutan I tahap II tahun 2017 seri B yang nilainya mencapai Rp4,45 triliun. Obligasi ini akan jatuh tempo pada 15 November 2020.

Selain SMI, PT Pupuk Indonesia (Persero) juga punya utang obligasi jatuh tempo yang cukup besar. Nilainya Rp4,08 triliun dari dua obligasi dengan jatuh tempo terdekat 12 Juli 2020. (SKO)