Utang Menggunung, BUMN Waskita Karya Jual 480 Kilometer Tol Seharga Rp11 Triliun

December 02, 2020, 07:29 AM UTC

Penulis: Sukirno

Proyek exit tol Brebes Timur yang dibangun oleh PT Waskita Karya Toll Road, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) / Facebook @WASKITAKARYA

JAKARTA – Emiten pelat merah PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) akan menjual sembilan ruas jalan tol dengan nilai Rp10 triliun hingga Rp11 triliun pada 2021.

Manajemen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya ini memang sebelumnya berencana untuk menjual kepemilikan saham alias divestasi sejumlah ruas tol untuk menyehatkan kondisi keuangan.

“Selain adanya penerimaan kas, lewat divestasi Waskita akan mengurangi utang dari ruas tol yang lagi terkonsolidasi,” ujar Director of Business Development & QSHE Waskita Fery Hendriyanto dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, 1 Desember 2020.

Ia menambahkan Waskita akan menggunakan beberapa skema pelepasan seperti yang pernah dilakukan sebelumnnya.

“Akan ada beberapa ruas yang dilepas dengan skema shareswap atau tukar saham. Kami juga membuka tender dan menerima penawaran investor untuk beberapa ruas tol serta menggunakan instrumen RDPT,” katanya.

Ia menyampaikan hampir semua ruas tol yang akan dilepas lewat PT Waskita Toll Road (WTR) telah memiliki calon investor yang berminat dan saat ini tengah melakukan proses due diligence dan valuasi.

Gedung Waskita Heritage dikawasan MT Haryono, Jakarta Selatan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
480 Kilometer

Selain investor infrastruktur atau lembaga keuangan pada umumnya, ruas tol Waskita juga masuk dalam rencana investasi dari Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI).

Waskita, lanjut dia, telah beberapa kali melakukan diskusi dengan tim LPI dengan fokus pada divestasi ruas tol.

Ia menyampaikan total panjang dari seluruh ruas yang akan dilepas mencapai lebih dari 480 kilometer.

Ia merinci tiga ruas tol berlokasi di area Jabodetabek, satu ruas terletak di provinsi Jawa Barat, dua ruas berada di Pulau Sumatra, dua ruas bagian dari jaringan tol Trans Jawa, dan ditambah satu ruas di Jawa Timur.

Per 30 September 2020, rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) Waskita Karya tercatat cukup tinggi hingga 3,87 kali. Dalam kata lain, kini Waskita Karya memiliki total utang yang nyaris empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan ekuitasnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan perseroan kuartal III-2020, Waskita ternyata mengalami pemerosatan pendapatan hingga 46,67% menjadi Rp11,47 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp22,01 triliun.

Bersama penurunan pendapatan itu, perseroan harus rela menelan rugi bersih senilai Rp2,64 triliun. Nilai itu berbanding terbalik jika dibandingkan kinerja perseroan periode sama tahun lalu yang masih mencatatkan laba bersih senilai Rp1,15 triliun. (SKO)