Usai Beli Permata, Investor Thailand Akuisisi Bank Maspion Rp333 M

Setelah beberapa kali pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank of Thailand, sejumlah investor asal Negeri Gajah Putih itu menancapkan kakinya di perbankan Tanah Air.

Salah satunya melalui aksi pengambilalihan saham milik PT Astra International Tbk. (ASII), dan Standard Chartered Bank di PT Bank Permata Tbk. (BNLI),oleh Bangkok Bank.

Kini, satu lagi investor Thailand mengincar kepemilikan saham di bank nasional. Kali ini melibatkan PT Bank Maspion Tbk. (BMAS), entitas perbankan milik pengusaha Alim Markus melaui Grup Maspion.

Pada pertengahan April 2020, sebanyak 30,01% saham bank dengan kode BMAS itu beralih ke Kasikorbank Public Company Limited (KBank) melalui Kasikorn Vision Company Limited (KVision). Hasilnya, KBank akan memiliki 40% saham Bank Maspion, karena sebelumnya sudah menggenggam 9,99%.

KVision dan Bank Maspion telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (conditional sales and purchase agreement/CSPA) pada 13 April 2020 lalu.

Melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Bank Maspion menjelaskan, pengambilaihan BMAS oleh KBank berasal dari lima pemegang saham.

Pertama, PT Alim Investindo sebesar 602,5 juta saham atau 13,56%. Kedua, dari PT Maspion sebesat 314,24 juta saham atau 7,07%.

Ketiga, PT Husin Investama sebesar 125 juta saham atau 2,81% dan keempat dari PT Maspion Investindo sebesar 109,37 juta saham atau 2,46%, dan. Terakhir, dari lima pemegang saham individual sebesar 182,36 juta saham atau 4,11%.

Alhasil, total pengambilalihan saham BMAS pada 13 April 2020 itu mencapai 1,33 miliar lembar atau setara dengan Rp333,37 miliar dengan asumsi harga saham BMAS Rp250 per lembar.

“Penyelesaian transaksi dilakukan setelah seluruh persyaratan telah dipenuhi dan fit and proper pemegang saham disetujui OJK,” tulis surat tertanda dua direktur Bank Maspion, Iis Herijati dan Endah Winarni, Jumat, 8 Mei 2020.

Manajemen Bank Maspion menambahkan, transaksi tersebut diharapkan dapat memberikan akses yang lebih luas kepada layanan jasa perbankan kepada investor Thailand yang berinvestasi di Indonesia. Terutama, investasi yang dilakukan di lokasi yang sama dengan lokasi kantor pusat dan jaringan kantor Bank Maspion.

Selain itu, Bank Maspion juga berharap, kehadiran investor baru dapat mendukung rencana perseroan mengembangkan layanan digital banking.

Sebagai informasi, sejak pengumuman transaksi ini, saham BMAS sempat melesat hingga level Rp400 per lembar pada 17 April 2020. Namun seiring berjalannya waktu, saham BMAS berangsur turun dan kembali ke level Rp250 per penutupan perdagangan hari ini, Jumat, 8 Mei 2020. (SKO)

Tags:
AkuisisiAlim Markusbank permataBMASHeadlineKasikorbankkonglomeratMaspion GroupPT Astra International Tbk.PT Bank Maspion TbkSahamthailand
Issa Almawadi

Issa Almawadi

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: