Upaya J Resources Bayar Utang ke BNI, dari Refinancing hingga Rencana Lego Aset

21 September 2021 12:04 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Reza Pahlevi

Emiten tambang emas PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) / Istimewa (Istimewa)

JAKARTA – Proses pelunasan fasilitas pinjaman perusahaan tambang PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) terus berlanjut. Saat ini, J Resources masih berupaya untuk mendapatkan dukungan refinancing dari calon kreditur.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), direksi J Resources menjelaskan pihaknya sebenarnya sudah mendapatkan dukungan refinancing dari calon kreditur untuk melunasi fasilitas B kepada BNI senilai total US$40 juta.

“Namun karena adanya pemberitaan di media massa menyebabkan proses refinancing tersebut menjadi terganggu,” ujar direksi J Resources dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Selasa, 21 September 2021.

Saat ini, J Resources masih berupaya meyakinkan calon kreditur tersebut untuk tetap melanjutkan proses refinancing. Selain itu, J Resources juga juga berencana untuk menjajaki apabila terdapat investor yang tertarik terhadap aset-aset perseroan.

Masalah J Resources terkait gagal bayar utang ke BNI mencuat ketika ada pemberitaan di media berjudul “Anak Usaha PSAB Dikabarkan Gagal Bayar Utang ke BBNI” pada 6 September 2021.

Corporate Secretary BNI Mucharom membenarkan BNI bersama dengan beberapa bank lain sebagai kreditur memang memberikan kredit kredit sindikasi untuk pengembangan usaha pertambangan pada PT J Resources Nusantara, anak usaha J Resources.

“Kredit telah jatuh tempo pada tanggal 31 Agustus 2021 dan sesuai perjanjian, kewajiban tersebut harus segera diselesaikan,” ujar Mucharom dalam keterbukaan informasi, 9 September 2021.

Katanya lagi, pemberian kredit terhadap anak usaha J Resources ini telah mempertimbangkan prospek bisnis pada industri pertambangan serta kemampuan bayar perusahaan dan prosesnya tetap menjunjung tinggi good corporate governance

Rincian Utang J Resources ke BNI

Ada tiga fasilitas utang yang diberikan kepada J Resources Nusantara. Fasilitas ini didapat setelah perusahaan menandatangani Secured Facilities Agreement dengan BNI pada 12 April 2019. Ketiga fasilitas utang tersebut adalah:

  1. Fasilitas A sebesar US$96,53 juta dengan jangka waktu 59 bulan sejak 16 April 2019 atau pada 16 Maret 2024; 
  2. Fasilitas B sebesar US$40 juta dengan jangka waktu pembayaran sampai dengan 12 April 2020. Dana pelunasan Fasilitas B akan menggunakan dana hasil rights issue yang akan dilakukan oleh Perseroan. Jangka waktu pembayaran Fasilitas B sempat diperpanjang sampai 12 April 2021; dan 
  3. Fasilitas C sebesar USD95,46 juta dengan jangka waktu 8 tahun sejak tanggal 12 April 2019. Fasilitas C ini, sampai dengan masa availability period-nya yang berakhir pada 12 April 2021, belum pernah dapat diutilisasi oleh JRN.  

Dari ketiga fasilitas tersebut, yang menjadi masalah adalah fasilitas B. Pada 27 Agustus 2021, J Resources sebenarnya sudah bernegosiasi dengan BNI agar dapat membayarkan sebagiannya sebesar US$5 juta sebelum 31 Agustus telebih dahulu.

Sisanya yang sebesar US$32,99 juta beserta bunganya dijanjikan akan dibayarkan secara penuh paling lambat pada 30 September 2021. Dalam negosiasi dengan Bank BNI ini, J Resources juga sempat membawa salah satu pihak pemberi refinancing.

Namun, BNI justru mengirim surat kepada pihak J Resources untuk melunasi semua fasilitas pinjaman yang sudah diutilisasi seketika, baik dari fasilitas A maupun fasilitas B. Total dari semua pinjaman yang sudah diutilisasi tersebut sebesar US$95,09 juta. 

“Kami sangat terkejut karena isi dari surat tersebut sangat berbeda dengan hasil pertemuan antara JRN dan BNI pada tanggal 27 Agustus 2021,” tulis direksi J Resources dalam keterbukaan informasi, 10 September 2021.

Sementara, J Resources mengaku pihaknya selalu memenuhi financial covenant yang dipersyaratkan dalam Secured Facilities Agreement serta pembayaran pokok dan bunga atas Fasilitas A dan juga bunga atas Fasilitas B. 

Menurut pengakuan direksi, hal tersebut sudah dilakukan sejak J Resources menandatangani Secured Facilities Agreement tersebut pada 12 April 2021 hingga permintaan pembayaran fasilitas B pada 10 Agustus 2021.

Berita Terkait