Ungguli Rusia dan Eropa, Industri Pertahanan China Tempati Posisi Kedua di Dunia

December 10, 2020, 12:08 PM UTC

Penulis: AZ

Jet tempur buatan China/Asia Times

JAKARTA-Analisis terbaru oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI)  menempatkan industri pertahanan China masuk ke peringkat kedua setelah empat perusahaan di negara tersebut berhasil masuk dalam daftar 25 produsen peralatan militer terbesar dengan total penjualan US$56,7 miliar pada 2019.

Analisis SIPRI terhadap data yang tersedia menunjukkan bahwa pasar senjata China tumbuh lebih lambat daripada rata-rata industri lainnya. Perusahaan pertahanan China yang disebutkan di atas meningkatkan pendapatan mereka sekitar 4,8% selama tahun lalu.

China telah secara aktif mengembangkan industri pertahanannya selama dekade terakhir dengan  menghadirkan sejumlah tambahan baru untuk persenjataan militernya, termasuk kapal induk baru buatan dalam negeri, Type 002 Shandong dan jet siluman generasi kelima Shenyang FC-31.

Amerika mengamankan tempat pertama dalam daftar negara dalam hal pangsa pasar senjata dengan 12 perusahaan hadir dalam daftar 25 teratas. Mereka bersama-sama menyumbang sekitar US$221,2 miliar dalam penjualan pada tahun 2019. Total gabungan dari 25 perusahaan yang terdaftar adalah US$ 361 miliar.

Lockheed Martin menjadi yang teratas di antara semua perusahaan pertahanan dalam hal pendapatan 2019 dengan US$ 53,2 miliar dan pertumbuhan lebih dari 12% dibandingkan dengan 2018.

Perusahaan pertahanan Eropa dan Rusia mengikuti Amerika dan China. Dua perusahaan Rusia, Almaz-Antey dan United Shipbuilding berada di 25 besar, dengan penjualan US$ 634 juta, sementara satu lagi, United Aircraft keluar dari daftar.

Berita Terkait