Ulang Tahun Jokowi hingga Khalifatul Muslimin, Ini 9 Isu Trending Hari Ini

21 Juni 2022 22:20 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Ananda Astri Dianka

Ulang Tahun Jokowi Hingga Khalifatul Muslimin, Ini 9 Isu Trending Hari Ini (Tangkap Layar TrenAsia)

JAKARTA- Sejumlah isu mewarnai pemberitaan hari ini, Selasa, 21 Juni 2022. Mulai dari isu ekonomi, umum, hingga selebriti.

Berdasarkan hasil monitoring harian yang dilakukan tim TrenAsia.com, berikut rangkuman 9 isu trending yang tayang di sejumlah kanal publikasi seperti media cetak, online, dan media sosial hari ini.

1. Ulang tahun Jokowi ke-61

Presiden Jokowi berulang tahun hari ini. Presiden Ri ke-7 ini lahir dari pasangan Noto Mihardjo dan Sudjatmi. 

Jokowi lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada tanggal 21 Juni 1961. Ini merupakan tahun kedelapan Jokowi memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ucapan selamat ulang tahun untuk Jokowi pun ramai diberikan. Ucapan selamat ulang tahun kepada Jokowi menjadi trending di Twitter. Banyak netizen yang mendoakan kebaikan untuk Jokowi.

2. Airlangga Minta Pemda Respons Cepat Untuk Jaga Pemulihan Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan koordinasi yang kuat dan respons cepat dari pemerintah daerah diperlukan untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi.

Ia menambahkan saat ini dunia tengah dihadapkan pada berbagai tantangan yang disebut oleh PBB sebagai The Perfect Storm. Tantangan tersebut adalah COVID-19, Conflict, Climate Change, Commodity Prices, dan Cost of Living.

3. RKUHP Atur Hina Pemerintah Dipenjara 3 Tahun Dinilai Kemunduran Hukum

Dalam rancangan KUHP (RKUHP) terdapat pasal yang mengatur tentang ancaman pidana 3 tahun bagi penghina pemerintah. Pasal tentang ancaman pidana bagi penghina pemerintah itu justru dinilai bentuk kemunduran hukum.

Dosen Departemen Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM) Herlambang P Wiratraman menyebut pasal tentang penghina pemerintah itu tidak sejalan dengan hukum hak asasi internasional.

4. Pertumbuhan Ekonomi 2022 Ditargetkan di Kisaran 5,5 Persen

Pemerintah menargetkan perekonomian Indonesia di 2022 tumbuh di kisaran 5 persen sampai 5,5 persen. Hal tersebut tertuang dalam Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) tahun Anggaran 2022.

Angka pertumbuhan yang ditargetkan pada RUU APBN itu, lebih rendah dari angka asumsi makro yang telah disepakati pada Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) tahun anggaran 2022, sebesar 5,2 persen-5,8 persen.

5. Bank BTN akan Optimalkan Kinerja dan Tata Jaringan Kantor

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan mengoptimalkan kinerja sekaligus menata jaringan kantornya sejalan dengan upaya transformasi dan efisiensi yang dilakukan perseroan.

Direktur Distribution & Funding Bank BTN Jasmin mengatakan perseroan akan menata lokasi dengan memilih titik-titik strategis melalui pembukaan serta penutupan beberapa jaringan kantor.  
Emiten berkode saham BBTN itu berencana akan menambah 30 kantor secara bertahap mulai 2022 hingga 2024.

6. BRI Terus Tingkatkan Bisnis Wealth Management dengan Optimalisasi Teknologi Digital

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI optimistis pertumbuhan bisnis Wealth Management akan terus meningkat dengan didukung oleh optimalisasi teknologi digital.

Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengatakan, perseroan terus melakukan aktivitas literasi keuangan secara massif untuk meningkatkan awareness kepada khalayak umum mengenai pentingnya pengelolaan keuangan. 
Keberhasilan ini pun dibuktikan lewat jumlah nasabah kelolaan Wealth Management BRI per periode Mei 2022 yang tumbuh lebih dari 10% (YtD). Ke depan, BRI optimistis bisnis Wealth Management akan terus meningkat.

7. Bursa Efek Indonesia Bakal Kedatangan Lima Emiten Baru

Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal kedatangan emiten baru. Setidaknya ada tiga calon emiten yang masuk periode bookbuilding.

Pertama, ada PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) yang tengah melakukan initial public offering (IPO) alias penawaran umum saham perdana. Emiten properti ini bakal melepas sebanyak-banyaknya 340 juta saham atau 6,31% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Kedua ada calon emiten industri tepung PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU) yang akan melepas sebanyak-banyaknya 1,5 miliar juta saham atau yang setara dengan 18,87% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Ketiga ada PT Hillcon Tbk (HILL) yang akan menggelar IPO dengan melepas 2,21 miliar saham baru. Jumlah ini mewakili 15% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Teranyar ada, calon emiten yang bergerak pada bisnis pembangkit tenaga listrik sumber energi baru dan terbarukan, PT Arkora Hydro Tbk (ARKO). Arkora Hydro rencananya akan melepas 579,9 juta saham atau setara 20% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Terakhir ada PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) yang berencana melepas sebanyak-banyaknya 500 juta saham atau sebanyak 29,41% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana saham.

8. BEI Cermati Pola Transaksi Saham TECH

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pergerakan harga saham PT Indosterling Technomedia Tbk (IDX: TECH) terkait peningkatan harga saham perseroan yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).

Sehubungan dengan terjadinya UMA atas perdagangan saham TECH, BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa.

Selain itu, Bursa juga menghimbau agar para investor mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, serta mengkaji kembali rencana corporate action perseroan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

9.  Khilafatul Muslimin Intoleran Belum Dinyatakan Organisasi Teroris

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar menyebut kelompok Khilafatul Muslimin bukanlah organisasi teroris. Dia mengatakan Khilafatul Muslimin merupakan organisasi intoleran.

Boy membantah jika BNPT disebut kecolongan terkait baru mengetahui keberadaan kelompok Khilafatul Muslimin. Menurutnya, Khilafatul Muslimin muncul sebelum era reformasi di mana dulunya serba tertutup.

Dia menegaskan Khilafatul Muslimin masih tergolong kelompok organisasi intoleran. Dia mengatakan BNPT terus memantau kelompok intoleran yang berpotensi menjadi kelompok radikal terorisme.

Lebih lanjut, dia mengatakan kelompok radikal memanfaatkan kebebasan berpendapat di era demokrasi. Dia menyebut kebebasan dan keterbukaan itu digunakan kelompok radikal untuk menyebarkan paham yang bertentangan dengan Pancasila. 

Berita Terkait