Ukraina Minta AS Kirim Senjata Terlarang

10 Maret 2023 09:39 WIB

Penulis: Amirudin Zuhri

Bom cluster Mk 20 Rockeye II (US Navy)

WASHINGTON- Ukraina sekali lagi meminta akses senjata ke Amerika.  Kali ini Kyiv meminta bom cluster yang kontroversial. 

Ukraina pada dasarnya ingin mendekonstruksi amunisi. Senjata akan dikanibal untuk mempersenjatai drone mereka. Munculnya  permintaan Ukraina untuk senjata ini terjadi saat pasukannya berjuang untuk menangkis serangan balasan Rusia di Ukraina Timur.

Reuters adalah yang pertama melaporkan permintaan Ukraina untuk bom cluster.  Mengutip sejumlah sumber Kongres Reuters melaporkan Ukraina secara khusus meminta bom cluster Mk 20 Rockeye II. 

Juga dikenal sebagai CBU-100, rencana yang dilaporkan Ukraina untuk senjata tersebut tidak akan dijaduhkan  dari pesawat. Sebaliknya, mereka akan membongkar Mk 20. Dan  subamunisi mereka akan diadaptasi menjadi bom kecil yang akan dijatuhkan oleh drone kelas bawah.

Mk 20 adalah senjata jatuh bebas yang dijatuhkan dari udara dengan berat hanya di bawah 500 pon. Tabung yang menahan bom akan terbuka di tengah penerbangan dan kemudian menjatuhkan subamunisi anti-tank berdaya ledak tinggi Mk 118 ke area target di bawah.  Sebanyak 247 MK118 berada dalam satu tabung.

Bom Mk 118 adalah submunisi yang distabilkan oleh sirip dan  peledakan berbasis titik benturan. Bahan bakar Mk 118  menyala secara elektrik dan mekanis setelah dilepaskan dengan memutar bilah rotor yang terpasang pada elemen bahan bakar dasar.

Reuters pada 6 Maret 2023 melaporkan  militer Ukraina percaya bahwa bom Mk 20 akan lebih efektif dalam menembus lapis baja Rusia daripada  amunisi yang sebelumnya diadaptasi untuk mempersenjatai drone kecilnya.

Langkah itu tidak akan menjadi penyimpangan terang-terangan dari taktik yang digunakan Ukraina. Karena banyak jenis drone yang dipersenjatai telah dimanfaatkan secara luas oleh militer negara itu dalam pertahanannya melawan  Rusia. Di luar efek kinetiknya, fakta bahwa subamunisi Mk 118 memiliki sirip penstablik dan  bahan bakar yang handal kemungkinan akan membuatnya sangat menarik untuk operasi drone Ukraina.

Dikutip dari The War Zone, Textron Systems Corporation menghentikan produksi Mk 20 pada tahun 2016 setelah Amerik  berhenti menjual senjata ke Arab Saudi. Namun  sumber Reuters mengatakan lebih dari satu juta unit Mk 20 saat ini masih ada di gudang senjata Amerika. Lembaga Hak Asasi Manusia mengklaim  pada tahun 2005 jumlah total persediaan Mk 118 di Amerika adalah 14,5 juta.

Anggota parlemen mengatakan kepada Reuters bahwa Ukraina juga meningkatkan permintaannya untuk amunisi cluster 155mm Dual-Purpose Conventional Improved Munition (DPICM). Masing-masing amunisi  menyebarkan 88 subamunisi saat ditembakkan. 

Senjata-senjata ini telah digunakan militer Amerika sejak tahun 1970-an. Amunisi juga dapat dilengkapi dengan muatan berbentuk atau fragmentasi. Masing-masing ideal untuk operasi anti-lapis baja dan anti-personil.

Sejauh ini tidak ada indikasi bahwa Gedung Putih siap untuk menandatangani pengiriman bom cluster ke Ukraina. Senjata semacam itu dilarang di lebih dari 100 negara di bawah Konvensi Amunisi Cluster 2008. Pelarangan karena bahaya yang ditimbulkannya terhadap warga sipil. Subamunisi yang tidak meledak juga memunculkan risiko dalam jangka waktu lama.

Amerika tidak ikut mendatangani konvesi tersebut. Namun Amerika dibatasi undang-undang yang melarang ekspor amunisi cluster. Pelarangan terutama pada amunisi yang memiliki tingkat kegagalan submunisi 1 persen atau lebih. Tetapi  hal ini dapat diabaikan oleh Presiden yang sedang menjabat. Sebuah artikel Lembaga Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa  hanya sebagian kecil dari amunisi cluster di gudang senjata Amerika yang memenuhi standar satu persen.

Terlepas dari kekhawatiran ini,  pejabat militer Amerika telah mengakui di masa lalu bahwa amunisi cluster adalah senjata yang sah dengan utilitas militer yang jelas.  Kecenderungan bom  untuk menimbulkan kerusakan tambahan yang membuat pemerintahan Biden mempertimbangkan dengan hati-hati permintaan awal Ukraina untuk senjata tersebut pada awal Desember 2023 lalu .

Perlu juga dicatat bahwa, terlepas dari pembatasan penggunaan bom cluster banyak laporan yang muncul  tentang penggunaan bom cluster oleh Rusia di Ukraina.  Rusia memiliki  bom cluster Smerch 300mm negara itu yang melepaskan 72 submunisi di area yang luas. 

The New York Times juga telah menerbitkan sebuah artikel yang merinci penggunaan amunisi cluster oleh pasukan Ukraina musim semi lalu. Media itu mengatakan bahwa militer Ukraina menggunakan senjata-senjata ini di sebuah lingkungan di kota timur Husarivka untuk mendorong mundur pasukan Rusia.

Bagaimana tepatnya pasukan Ukraina akan memodifikasi drone untuk membawa dan menjatuhkan subamunisi bom cluster tidak jelas. Tetapi militer Ukraina telah mengadaptasi drone untuk menjatuhkan banyak jenis amunisi sepanjang perang. Melakukannya dengan Mk 118 seharusnya cukup sederhana.

Berita Terkait