Ukir 8 Kinerja Gemilang Selama 2021, Erick: Kita Tak Boleh Berpuas Diri

30 Desember 2021 23:00 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Rizky C. Septania

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam acara evaluasi kinerja setahun Kementerian BUMN, Kamis, 30 Desember 2021. (Kementerian BUMN)

JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan program-program utama yang diinisiasi Kementerian BUMN selama tahun 2021 berhasil dituntaskan dengan baik. Di penghujung tahun ini, dia pun boleh menarik napas lega.

Dalam acara evaluasi kinerja setahun Kementerian BUMN di Jakarta, Kamis, 30 Desember 2021, Erick menyampaikan terima kasih kepada seluruh karyawan dan direksi BUMN atas pencapaian-pencapaian selama 2021.

Pencapaian kinerja secara maksimal tersebut meliputi sisi keuangan, operasional, dan juga bentuk tanggung jawab sosial (CSR) kepada masyarakat.

"Atas nama seluruh pimpinan dan karyawan Kementerian serta para direksi perusahaan BUMN. Meski kita semua terus berjuang menghadapi disrupsi akibat pandemi, kinerja positif kementerian BUMN tetap bisa ditingkatkan. Kinerja keuangan, operasional, dan tanggung jawab sosial yang dilakukan mencatat hasil terbaik," katanya.

Erick menegaskan bahwa pencapaian yang ditorehkan selama tahun ini hendaknya menjadi pendulum untuk memaksimalisasi dan mengoptimalisasi seluruh potensi yang dimiliki BUMN di masa yang akan datang.

"Kami tidak boleh berpuas diri. Ini harus menjadi pelecut semangat agar kami terus bekerja, berkontribusi, dan menorehkan prestasi di tahun-tahun mendatang demi memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan bangsa Indonesia," ungkapnya.

Berikut delapan pencapaian BUMN di bawah pimpinan Erick selama 2021.

1. Laba BUMN Meroket

Erick mengatakan selama tahun ini, BUMN berhasil meningkatkan laba bersih konsolidasi BUMN secara signifikan. Dari hanya sebesar Rp13 triliun pada akhir tahun 2020, laba bersih konsolidasi hingga triwulan ketiga di tahun 2021 sudah mencapai Rp61 triliun.

Menuju akhir tahun ini, laba konsolidasi yang dihasilkan perusahaan pelat merah diperkirakan akan lebih besar lagi.

Sementara itu, total kontribusi BUMN terhadap negara mencapai sekitar Rp375 triliun. Jumlah tersebut meliputi pajak sebesar Rp245 triliun, kemudian penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebanyak Rp86 triliun, dan dividen sejumlah Rp44 triliun.

2. Membentuk BSI

Salah satu pencapain BUMN yang penting tahun ini adalah pembentukan Bank Syariah Indonesia (BSI) yang merupakan penggabungan tiga Bank Syariah milik Himbara yakni Syariah Mandiri, BRI Syariah, dan BNI Syariah.

Dengan terbentuknya BSI, untuk pertama kalinya Indonesia memiliki Bank Syariah yang besar. Saat ini total aset BSI sekitar Rp247 triliun dan menjadi bank nomor tujuh terbesar di Indonesia sekaligus menjadi bank syariah berperingkat 11 di dunia.

Kehadiran BSI bisa memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia.

3. Holding Ultra Mikro

Penggabungan lain yang dilakukan di sektor ultra mikro melalui merger PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

Dengan memberikan kemudahan akses permodalan untuk sektor UMKM dan Ultra Mikro diharapkan tulang punggung ekonomi Indonesia tersebut dapat naik kelas.

Erick mengatakan Holding Ultra Mikro merupakan upaya nyata dari BUMN untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Penggabungan sektor ultra mikro ini mendapat respon sangat bagus di pasar. Right issue Bank BRI yang dilakukan pada September 2021 berhasil meraup dana sebesar Rp96 triliun dan diakui sebagai right issue terbesar di ASEAN dan terbesar ke-3 di Asia.

"Pencapaian ini menunjukkan bahwa market optimis dan percaya dengan program transformasi yang dijalankan BUMN," katanya.

4. Restrukturisasi Pertamina

Tak hanya itu, BUMN juga sukses menjalankan program restrukturisasi pada para BUMN agar lebih kuat dalam bersaing sesuai dengan core business-nya. 

Di Pertamina, contohnya, yang berhasil melakukan restrukturisasi operasional melalui pembentukan enam subholding.

Enam Subholding tersebut adalah Upstream Subholding, Refining & Petrochemical Subholding, Commercial & Trading Subholding, Gas Subholding, Power & NRE Subholding, serta Integrated Marine Logistics Subholding.

Pertamina ditargetkan menjadi perusahaan Global Energy Champion dan memiliki valuasi senilai US$100 miliar setara Rp14 triliun.

Saat ini, Pertamina memiliki aset lebih dari Rp1.000 triliun dengan utang hampir Rp600 triliun. Pada semeter pertama 2021, Pertamina berbalik untung sebesar Rp2,6 triliun.

5. Merger Pelindo

Di sektor logistik, BUMN terus melakukan terobosan untuk menekan biaya logistik di Indonesia yang masih lebih tinggi ketimbang negara-negara tetangga di Asia. Penggabungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo yang telah diupayakan selama 20 tahun telah berhasil pada Oktober 2021.

Dengan penyatuan tersebut, Pelindo kini menjadi operator terminal peti kemas nomor 8 terbesar di dunia dengan throughout 16,7 juta TEUs serta menjadi salah satu pemain utama pelabuhan dunia dengan aset Rp112 triliun.

Penggabungan Pelindo juga ditujukan untuk meningkatkan konektivitas dan efisiensi sehingga menurunkan biaya logistik nasional agar industri di Indonesia lebih kompetitif.

Kini, Pelindo memiliki empat Sub Holding. Keempatnya yaitu PT Pelindo Terminal Petikemas yang bertugas melakukan pengelolaan klaster bisnis petikemas, PT Pelindo Multi Terminal guna melakukan pengelolaan klaster bisnis non petikemas.

Selanjutnya, Sub Holding PT Pelindo Solusi Logistik guna melakukan pengelolaan klaster bisnis logistik dan pengembangan kawasan serta PT Pelindo Jasa Maritim guna melakukan pengelolaan klaster bisnis marine, peralatan, dan jasa kepelabuhanan lainnya.

6. Restrukturisasi Jiwasraya

Salah satu tonggak bersejarah yang ditorehkan Kementerian BUMN pada tahun 2021 menyangkut penyelesaian kasus korupsi PT Asuransi Jiwaraya (Persero).

Restrukturisasi yang diterapkan di perusahaan asuransi itu mampu menyelesaikan masalah lama yang tak kunjung usai.

Jelang akhir tahun, sebanyak 230 ribu polis para nasabah tahap pertama Jiwasraya berhasil diselamatkan dan dipindahkan menjadi nasabah ke Indonesia Financial Group (IFG), Holding BUMN untuk sektor asuransi dan penjaminan.

Erick mengatakan penyelesaian polis asuransi nasabah Jiwasraya ke IFG tak hanya menjadi upaya pemerintah mengembangkan industri perasuransian agar tumbuh semakin sehat dan kuat, tetapi lebih jauh lagi untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

"Ini penting untuk menciptakan daya saing bagi perusahaan asuransi Indonesia di segmen asuransi jiwa dan memberikan proteksi maksimal bagi masyarakat," pungkasnya.

7. Transformasi SDM Perempuan

Di luar program yang bersifat bisnis korporasi, Kementerian BUMN juga melakukan transformasi human capital. Tercatat selama 2021 BUMN berhasil merealisasikan target kesetaraan gender, yakni sebanyak 15% posisi direksi BUMN telah ditempati kaum perempuan.

Selain itu, BUMN juga membuktikan menjadi tempat ideal bagi kalangan milenial. Target 5% kursi pimpinan BUMN dipimpin kaum muda mampu direalisasikan.

Erick mengatakan terobosan human capital ini menjadi angin segar dan atmosfir baru yang belum pernah terjadi sebelumnya di BUMN.

Selain itu, Kementerian BUMN mampu menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap pelaksanaan good corporate governance (GCG), mendukung terciptanya transparansi dan akuntabilitas di seluruh lini bisnis.

"Sejak awal saya terus menekankan tentang Ahklak sebagai core kita sebagai pejabat publik, sehingga loyalitas, integritas, dan komitmen kita terhadap negara selalu menjadi yang utama," ungkap mantan bos klub Inter Milan.

8. Opini WTP

Selama 2021, BUMN mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan dari BPKselama 14 tahun berturut-turu, memperoleh status 100% taat dan patuh dalam penyampaian LHKPN.

Selain itu, meraih skor tertinggi sepanjang sejarah BUMN untuk Sistem Merit ASN sehingga menempati peringkat Kementerian dan Lembaga Pemerintahan terbaik.

BUMN juga dianugerasi kategori ”sangat memuaskan” untuk kerapihan administrasi, serta memperoleh KPPU Awards sebagai bukti BUMN dalam mendukung persaingan usaha yang sehat.

Berita Terkait