UangTeman Dikabarkan Tak Bayar Gaji dan Pajak Karyawan, Begini Respons AFPI

02 Desember 2021 13:30 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Laila Ramdhini

Presiden Direktur dan Pendiri UangTeman Aidil Zulkifli (kanan) saat sharing knowledge bersama para karyawan di kantor Uangteman, Jakarta. Untuk semakin memperkuat posisi di industri fintech lending Indonesia, UangTeman meraih pendanaan seri B senilai US$ 10 juta dari Draper Associates, perusahaan asal Amerika dan KDDI Open Innovation Fund dari Jepang. Saat ini UangTeman akan fokus dalam menyalurkan pinjaman dengan prinsip socially responsible, tidak hanya mengejar growth volume pinjaman tetapi menjaga kualitas pengembalian pinjaman nasabah.

JAKARTA – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) berkomentar perihal kabar tunggakan gaji, pajak, dan tagihan vendor yang menerpa salah satu anggotanya, PT Digital Alpha Indonesia (UangTeman).

Wakil Ketua Bidang Hubungan Masyarakat AFPI, Pandu Aditya Kristy menegaskan, asosiasi tidak memiliki wewenang untuk mengintervensi hingga ke ranah manajemen internal perusahaan anggota.

“Terkait hal tersebut sebaiknya ditanyakan langsung ke pihak UangTeman ya. AFPI tidak masuk ke ranah manajemen internal anggota atau isu yang beredar selama tidak terkait dengan Code of Conduct yang sudah ditetapkan AFPI atau kepentingan pengguna (lender & borrower),” jelas Pandu pada TrenAsia.com, Rabu 2 November 2021.

Lebih lanjut, Pandu belum berkomentar ketika ditanyakan soal rencana AFPI untuk menindaklanjuti kasus ini.

Sebagai informasi, berdasarkan keterangan dari sumber TrenAsia.com yang enggan disebutkan namanya, UangTeman disebut memiliki tunggakan tagihan kepada vendor mitra dan juga karyawan. 

“Iya, betul ada tunggakan (gaji dan pembayaran vendor),” kata sumber TrenAsia.com, Rabu 1 November 2021.

Adapun keterangan mengenai gaji karyawan diungkapkan oleh mantan pegawai UangTeman yang membenarkan bahwa perusahaan belum membayar gaji dan PPh pegawai sejak akhir 2020. Bahkan disebutkan juga bahwa jumlah karyawan UangTeman susut dari 199 orang menjadi 40 orang saat ini.

Saat TrenAsia.com mengkonfirmasi kebenaran rumor terbut, CEO UangTeman Aidil Zulkifli enggan berkomentar. “Tolong kontak pak Foreky. Dia wakil pemegang saham mayoritas kami untuk hal-hal ini,” kata Aidil lewat pesan singkat.

Sayangnya, ketika dimintai komentar, baik Foreky Wong maupun Komisaris UangTeman, Denis Gaos masih belum berkomentar hingga berita ini terbit. Adapun laman resmi UangTeman juga tidak bisa diakses. 

Berita Terkait