Tutup Tahun 2021, Jokowi Sampaikan 2 Prioritas Utamanya di Tahun 2022

01 Januari 2022 12:00 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Rizky C. Septania

Presiden Jokowi dalam acara groundbreaking Rumah Sakit (RS) Internasional Bali yang terletak di Kawasan Wisata Sanur, Kota Denpasar, Provinsi Bali, pada Senin, 27 Desember 2021. (Kementerian BUMN)

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo merayakan acara tutup tahun 2021 di Istana Bogor, Jawa Barat dengan sederhana. Setelah berjibaku melawan pandemi sepanjang tahun 2021, Jokowi pun menyampaikan prioritas utamanya dalam menjalankan pemerintahan di 2022.

"Kita melangkah meninggalkan tahun 2021 ini dengan optimisme yang membubung bahwa tahun depan Indonesia akan lebih baik lagi," katanya dalam video di akun Instagramnya, Jumat, 31 Desember 2021.

Kepala Negara menyampaikan bahwa tahun 2021 merupakan tahun yang sulit. Salah satu ujian terberat Indonesia adalah menghadapi penyebaran varian baru COVID-19 Delta.

Namun demikian, dengan seluruh kekuatan yang dimiliki bangsa Indonesia, akhirnya bisa melewati tantangan yang begitu luar biasa.

Hal itu dibuktikan kinerja perekonomian Indonesia yang hingga triwulan III-2021 tumbuh 3,51% year on year (yoy). Di sisi lain, pandemi mendorong peningkatan digitalisasi. Perdagangan e-commerce, misalnya, mencapai nilai US$24,8 miliar selama 2021.

"Tahun 2021 telah berlalu bersama segenap ujian bagi bangsa ini. Ada pandemi, resesi, juga ketidakpastian yang tinggi. Semua ujian itu telah menempa bangsa yang besar ini. Menguatkan kita. Menyatukan kita," katanya.

Dua Prioritas Tahun 2022

Jokowi mengatakan bahwa setidaknya ada dua prioritas utama yang akan dilakukan selama 2022. Pertama vaksinasi, dan kedua menyukseskan Presidensi G20 di Bali.

Jokowi menegaskan bahwa vaksinasi tetap menjadi target utamanya di tahun ini. Program vaksinasi akan diakselerasi guna mempercepat tercapainya kekebalan kelompok (herd immunity) dan pemulihan ekonomi.

"Pandemi sejauh ini sudah semakin melandai. Rumah-rumah sakit kini lebih leluasa mengurusi pasien dengan penyakit non-COVID-19. Ini karena peran kita semua mematuhi protokol kesehatan dan menggencarkan vaksinasi," katanya.

Hingga 31 Desember, jumlah vaksinasi nasional telah mencapai 113.849.477 dosis lengkap. Jumlah ini setara 54,67% dari target 208,26 juta penduduk. Sementara itu, jumlah vaksinasi dosis pertama mencapai 161.320.351 orang atau 77,46% dari target vaksinasi.

Prioritas kedua dan yang menjadi paling utama bagi Jokowi tahun ini adalah menyukseskan penyelenggaran KTT G20 Bali.

Pembukaan Keketuaan Presiden G20 telah dilakukan pada 1 Desember 2021 dan berlangsung hingga November 2022.

Dalam Presidensi G20 2022, Indonesia mengusung tema Recover Together Recover Stronger. Tema ini menggambarkan solidaritas dari Indonesia terutama sebagai emerging country agar pemulihan ekonomi dunia akibat dampak dari pandemi selama dua tahun ini bisa berjalan bersama-sama.

Jokowi mengatakan Presidensi Indonesia di G20 adalah sebuah kehormatan sekaligus kesempatan bagi Indonesia untuk berperan lebih besar dan menentukan bagi pemulihan perekonomian dunia, tata kelola dunia yang lebih sehat, adil dan berkelanjutan.

"Sejak 1 Desember 2021 sampai setahun ke depan, Indonesia memegang posisi Presidensi G20, kelompok 19 negara plus Uni Eropa yang secara kolektif mewakili sekitar 60 persen penduduk dunia, 80 persen perekonomian dunia, dan 75 persen total perdagangan global," terang mantan Gubernur DKI Jakarta.

Jokowi sebelumnya mengatakan ada tiga isu utama Indonesia di G20. Pertama mengenai arsitektur kesehatan global. Dalam isu ini, Indonesia mendorong transformasi infrastruktur pendukung kesehatan negara-negara berkembang yang sistem kesehatannya masih sangat perlu untuk diperkuat.

Kemudian, Indonesia juga akan membahas isu ekonomi digital dengan fokus pada akses keuangan dan produktivitas pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Yang terakhir mengenai transisi energi menuju ekonomi hijau dan promosi investasi infrastruktur berkelanjutan serta pembiayaan untuk transisi energi.

Berita Terkait