Turun 0,8 Persen pada Kuartal III-2021, Pembukaan Aeon Mall Tanjung Barat Diyakini Pulihkan Okupansi Mal

08 Oktober 2021 16:40 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Rizky C. Septania

Warga membawa anaknya berkunjung ke mal Senayan City, Jakarta, Sabtu, 25 September 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - Tingkat  hunian mal di  Jakarta  menurun sebesar 0,8% menjadi 71,2% pada kuartal III-2021. Begitu pun di wilayah Bodetabek, penurunan yang dialami sebesar 1,6% menjadi 70.2% pada periode ini.

Dalam hal ini, tingkat hunian mal di wilayah Central Business District (CBD) masih menjadi yang tertinggi, yakni 76.1%. Sebaliknya, mal di Jakarta Pusat alias di luar CBD mencatat rata-rata tingkat hunian terendah, yakni sebesar 58.5%.

“Kebijakan PPKM Level 4 membuat mal kembali tutup dan menyebabkan beberapa tenant tidak memperpanjang masa sewanya,” mengutip Peneliti Colliers Ferry Salanto dalam publikasi riset properti kuartal III-2021, Jumat, 8 Oktober 2021.

Meskipun demikian, kondisi ini bisa diperbaiki melalui pembukaan gerai dari para penyewa baru di sejumlah mal. Menurutnya, ini akan menjadi magnet baru untuk meningkatkan kunjungan ke mal.

Selain itu, uji coba aturan baru pada PPKM Level 3 yang saat ini diterapkan di DKI Jakarta, telah memperbolehkan pengunjung dengan usia di bawah 12 tahun untuk masuk ke pusat perbelanjaan. Artinya, anak-anak berusia di bawah 12 tahun sudah boleh masuk ke mal.

Kelonggaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan di mal.

Di samping itu, prediksinya, Aeon Mall Tanjung Barat pun siap beroperasi pada kuartal IV tahun ini. Selain itu, pembangunan dua mal baru di area Bodetabek diperkirakan akan selesai hingga akhir 2021.

Meskipun demikian, secara keseluruhan pada kuartal III-2021 tidak ada pasokan baru mal di Jakarta. Alhasil, rata-rata pasokan kumulatif tetap berada di angka 4.86 juta m2. Namun, perluasan Mal Margo City ke depan diyakini bisa menambah pasokan kumulatif di area Bodetabek menjadi 2.87 juta m2.

Berita Terkait