Tumbuh Positif di Semester I, IPCC Targetkan Pendapatan Rp466,57 Miliar pada 2021

30 Agustus 2021 13:35 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Amirudin Zuhri

Tumbuh Positif di Semester I, IPCC Targetkan Pendapatan Rp466,57 Miliar pada 2021 (Freightexpressindo.com)

JAKARTA -- PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mematok pendapatan pada tahun 2021 mencapai Rp466,57 miliar. Target tersebut dapat tercapai setelah melihat kinerja perusahaan yang tumbuh positif pada paruh pertama tahun ini.

Pendapatan emiten pada semester pertama 2021 tercatat sebesar Rp233,28 miliar atau naik 32,79% secara tahunan (yoy).

"Secara sederhana, pendapatan tersebut ialah pendapatan selama enam bulan pertama. Jika diasumsikan, di enam bulan berikutnya pendapatan yang diperoleh sama maka pendapatan sepanjang 2021 diperkirakan dapat mencapai Rp466,57 miliar atau naik 30,86% dari FY 2020 sebesar Rp356,53 miliar," ujar Sekretaris IPCC Sofyan Gumelar dalam keterbukaan informasi, dilihat TrenAsia.com, Senin, 30 Agustus 2021.

Dia menjelaskan bahwa pertumbuhan pendapatan tahun 2021 saat ini berada di kisaran konservatif, yaitu 10% hingga 12% terhadap 2020 atau di kisaran Rp392,18 miliar sampai Rp399,32 miliar.

"Bagi kami, jika proyeksi pendapatan dapat mencapai perhitungan tersebut maka sangat baik bagi pertumbuhan kinerja kami. Apalagi jika laba usaha dan laba tahun berjalan juga kembali mengalami peningkatan tentunya akan dapat meningkatkan value perusahaan," ucapnya.

Dia mengatakan bahwa pendapatan perseroan semester satu ditopang oleh kargo kendaraan yang berasal dari Completely Build Up (CBU) dimana berkontribusi 72,22%.

Sementara itu, alat berat (termasuk bus dan truck) sebesar 23,94%, dan sisanya oleh kargo umum. Secara layanan, Pelayanan Jasa Terminal berkontribusi 93,57%; Pelayanan Jasa Barang 5,39%; dan sisanya lain-lain.

Secara keseluruhan, pendapatan dari Terminal Domestik mencapai 24% dari total pendapatan perusahaan.

"IPCC hanya mencatatkan pendapatan dari kargo berupa kendaraan yang ditempatkan atau diparkir di Terminal IPCC. Sementara itu, untuk pengiriman kargo menjadi pendapatan dari shipping line," katanya.

Dia menambahkan, beban pokok pendapatan perusahaan mengalami kenaikan 17,65% menjadi Rp151,82 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp129,04 miliar.

Laba Tumbuh Positif

Sofyan mengatakan bahwa laba tahun berjalan hingga akhir semester I 2021 mampu mencapai Rp14,83 miliar jauh di atas perolehan periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat rugi Rp240 juta.

Dia mengklaim, jika kinerja di semester kedua dapat terjaga maka IPCC dapat mencatatkan nilai positif pada semester II dibandingkan tahun lalu yang merugi Rp23,77 miliar.

Di sisi lain, perseroang mencatat laba kotor sebesar Rp81,46 miliar atau naik 74,67% di bulan Juni 2021 lalu sebesar Rp46,64 miliar.

Peningkatan tersebut terlihat dari porsi beban pokok pendapatan terhadap pendapatan operasi pada semester pertama tahun ini sebesar 65,08% lebih rendah dibandingkan 73,45% tahun lalu (yoy).

Sofyan mengatakan, dengan pertumbuhan pendapatan perusahaan yang positif di masa pandemi COVID-19, pihaknya terus mengantisipasi dampak pembatasan mobilitas yang menyebabkan turun atau naiknya bongkar muat di pelabuhan.

"Kami juga perlu untuk melihat dan menyesuaikan dengan kondisi riil di lapangan terutama pada industri otomotif apakah terjadi peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu atau seperti apa," pungkasya.

Untuk diketahui bahwa tahun ini IPCC menganggarkan belanja modal atau capex sebesar Rp113,07 miliar. Dana itu diperuntukan untuk pengerasan dan perbaikan lapangan penumpukan, perbaikan penerangan lapangan, waterproofing pada gedung parkir eksisting, perbaikan fasilitas jaring debu, perawatan rutin perangkat infrastruktur IT, dan pengembangan dan peningkatan sistem layanan digital office.*

Berita Terkait