Tumbuh 22,22 Persen, CIMB Niaga Kantongi Laba Bersih Rp2,13 Triliun pada Semesteri I-2021

30 Juli 2021 14:32 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

Gedung Bank CIMB Niaga di kawasan Sudirman, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mengantongi laba bersih sebesar Rp2,13 triliun pada semester I-2021, tumbuh 22,22% year on year (yoy) dari semula Rp1,74 triliun.

Mengutip laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia, Jumat 30 Juli 2021, perolehan laba ditopang oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp6,54 triliun, naik 5,41% yoy. Selain itu, pendapatan dari komisi/provisi/fee dan administrasi juga tumbuh 26,23% yoy menjadi Rp1,19 triliun. 

Di satu sisi, BNGA berhasil mengurangi beban operasional sebanyak 5,49% yoy menjadi Rp3,80 triliun. Dengan demikian, laba operasional meningkat 25,46% yoy menjadi Rp2,74 triliun.

Dari sisi intermediasi perbankan, perseroan tercarar telah menyalurkan kredit sebesar Rp138,74 triliun, susut 2,23% year to date (ytd). Adapun, pembiayaan syariah tumbuh 5,36% ytd menjadi Rp34,61 triliun.

Selanjutnya, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perseroan masih tumbuh 5,08% ytd menjadi Rp218,07 triliun. Kenaikan DPK disumbang oleh pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 9,93% ytd menjadi Rp136,01 triliun.

Akan tetapi, deposito turun 2,08% ytd jadi Rp82,06 triliun. Maka, rasio CASA naik dari 60% ytd menjadi 62% pada semester I-2021. 

Hingga kuartal II-2021 liabilitas BNGA tercatat senilai Rp247,52 triliun, naik dari sebelumnya Rp239,89 triliun. Sementara ekuitas sebesar Rp41,40 triliun , tumbuh tipis dari Rp40,05 triliun.

Total aset, BNGA juga tercatat tumbuh 2,84% ytd, dari Rp280,94 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp288,93 triliun pada semester I-2021.

Berita Terkait