Trump Blokir, Huawei Mau Nego dengan Joe Biden

February 27, 2021, 08:21 AM UTC

Penulis: Mochammad Ade Pamungkas

Huawei. / Reuters

JAKARTA – Perusahaan telekomunikasi asal China Huawei, menyampaikan keinginannya untuk bicara kepada Presiden Joe Robinette Biden terkait pelarangan ekspornya ke Amerika Serikat (AS).

Namun Huawei ingin mengadakan diskusi secara langsung tanpa ada sedikitpun keterlibatan pemerintah China.

Tim Dank wakil ketua menajemen risiko dan hubungan mitra di Huawei Technologies USA, menyampaikan bahwa pemerintah China tidak ada sangkut-pautnnya dengan masalah Huawei.

“Jika kita dapat berdiskusi, maka kita bisa memiliki solusi pragmatis untuk kepentingan pemerintah AS dan bekerja sama untuk menemukan jalan ke depan,” ujar Tim Dank dilansir dari Nikkei Asia pada 26 Februari 2021.

Huawei mengalami masa-masa sulit, akibat kebijakan Donald Trump mengenakan pengawasan ekspor dan pembatasan dagang lainnya.

Oleh karena itu, Huawei berharap pemerintahan Joe Biden dapat menghapus perusahaan telekomunikasi raksasa asal China tersebut dari daftar hitam perdagangan AS.

Huawei menginginkan adanya penyesuaian dan pemberian izin umum sementara supaya prioritasnya untuk mencapai rantai pasokan di AS dapat terwujud.

Kementrian Perdagangan AS sempat memperketat pembatasan perdagangan Huawei pada September 2020.

Sehingga Huawei tidak dapat mengakses supplier global, termasuk chip dari Taiwan Semiconductor Manufacturer Co.

Hal itu juga memutus akses Huawei terhadap sistem operasi android dari Google, sehingga mereka harus menciptakan sistem operasinya sendiri yaitu HamonyOS. (SKO)